Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Tarutung resmi dipimpin kader asal Papua, Amos Derebi, setelah Konferensi Cabang ke-XIII yang digelar Sabtu (25/4). Amos terpilih secara aklamasi dan akan memimpin GMKI Tarutung bersama Onesimus Omri Suwala sebagai sekretaris untuk periode 2026–2028.
Pemilihan ini menarik perhatian karena Amos menang tanpa tanding. Momen tersebut juga menjadi penanda bahwa kepemimpinan di organisasi mahasiswa itu terbuka bagi kader yang dinilai memiliki kapasitas dan kepercayaan dari anggota.
Aklamasi yang Menegaskan Dukungan Penuh
Terpilihnya Amos menunjukkan adanya konsolidasi dukungan di internal GMKI Tarutung. Dalam proses aklamasi, para kader memberi mandat penuh kepada sosok asal Papua itu untuk menakhodai cabang.
Situasi ini juga memperlihatkan bahwa organisasi melihat kepemimpinan sebagai soal kualitas dan penerimaan kader. Pesan itu menguat setelah terpilihnya pemimpin baru dari luar basis daerah yang selama ini lebih sering mendapat sorotan dalam dinamika organisasi lokal.
Komitmen Perubahan dari Pimpinan Baru
Usai terpilih, Amos menegaskan bahwa kepemimpinannya tidak akan berjalan pasif. Ia menyampaikan pernyataan tegas bahwa GMKI harus bergerak dan memberi dampak.
“Kami datang bukan untuk duduk nyaman. Kami datang untuk perubahan. GMKI harus hidup, bergerak, dan berdampak!” ujarnya dalam konfirmasi pada Minggu (26/4).
Pernyataan itu memberi sinyal bahwa kepengurusan baru ingin langsung bekerja. Fokusnya bukan hanya menjalankan administrasi organisasi, tetapi juga menghidupkan peran GMKI sebagai ruang pembinaan kader dan pelayanan.
Makna Terpilihnya Kader Papua
Kemenangan Amos juga memiliki makna simbolik bagi GMKI Tarutung. Terpilihnya putra Papua menunjukkan bahwa organisasi itu memberi ruang bagi kepemimpinan lintas latar belakang tanpa sekat yang membatasi.
Hal itu sejalan dengan pesan yang muncul dari proses konferensi cabang, bahwa kepercayaan diberikan kepada kader yang dinilai mampu membawa organisasi ke arah yang lebih kuat. Dengan demikian, kemenangan Amos menjadi representasi keterbukaan dalam tubuh GMKI.
Tiga Medan Layan yang Disorot
Kepemimpinan baru GMKI Tarutung mengusung jargon “Matahari Timur Bersinar dari Tarutung”. Jargon ini menjadi penanda arah kerja yang ingin dijalankan dalam tiga medan layan utama organisasi.
Tiga fokus itu meliputi kampus, gereja, dan masyarakat. Dengan arah tersebut, GMKI Tarutung di bawah Amos diharapkan mampu memperkuat peran kader di ruang akademik, memberi kontribusi dalam kehidupan bergereja, serta hadir di tengah masyarakat dengan kerja yang nyata.
Source: mediaindonesia.com