Kemensos Perbarui Data Penerima PKH-BPNT, 475.821 KPM Baru Masuk, Siapa yang Tergusur?

Penyaluran bansos PKH dan BPNT untuk periode Mei 2026 mulai menjangkau keluarga penerima manfaat di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Pergerakan data penerima menjadi sorotan karena pemerintah kembali memperbarui daftar agar bantuan tepat sasaran.

Pemutakhiran itu membuat susunan penerima berubah meski kuota nasional cenderung stabil. Dalam tahap ini, pemerintah menempatkan akurasi data sebagai kunci agar bantuan tidak lagi mengalir ke keluarga yang sudah tidak memenuhi syarat.

Data penerima baru bertambah

Pada triwulan II 2026, sebanyak 475.821 KPM ditetapkan sebagai penerima bansos baru. Penetapan itu muncul setelah proses pengusulan dan validasi yang melibatkan pemerintah desa, kelurahan, dinas sosial, serta input melalui aplikasi mandiri.

Akun resmi Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial atau Pusdatin Kesos menyampaikan bahwa 475.821 KPM baru yang diusulkan melalui desa, kelurahan, dinsos, dan aplikasi cek bansos telah ditetapkan sebagai penerima bansos triwulan II. Perubahan ini menandai hasil penyaringan data yang terus diperbarui secara berkala.

Penerima lama bisa tergeser

Masuknya penerima baru otomatis menggeser KPM lama yang kriterianya sudah tidak sesuai. Pergeseran itu terjadi karena sejumlah alasan, mulai dari kondisi ekonomi yang membaik, penerima meninggal dunia, hingga adanya anggota keluarga yang tercatat sebagai ASN, TNI, Polri, atau anggota legislatif.

Kemensos juga menghapus nama dari kelompok yang dinilai sudah mampu secara ekonomi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, ada 11.014 penerima yang dicoret dari daftar karena sudah keluar dari kategori miskin atau rentan.

Pemutakhiran data dilakukan rutin

Kemensos mempercepat distribusi bantuan tahap 2 tahun 2026 dengan mengoptimalkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN. Sistem ini dipakai untuk menyinkronkan data antar lembaga pemerintah agar proses verifikasi berjalan lebih efisien.

Pembaruan data kini dilakukan rutin setiap tanggal 10 setiap bulan. Data hasil pemutakhiran langsung menjadi fondasi penyaluran bantuan, sehingga proses verifikasi hingga dana diterima masyarakat diharapkan berlangsung lebih singkat.

Cara cek status bansos lewat ponsel

Masyarakat dapat memeriksa status penerima PKH dan BPNT Mei 2026 secara mandiri lewat ponsel. Pemerintah menyediakan dua jalur pengecekan agar publik bisa memantau data tanpa harus datang langsung ke kantor layanan.

Pengecekan pertama dapat dilakukan melalui situs cekbansos.kemensos.go.id dengan memasukkan data domisili sesuai KTP, mulai dari provinsi hingga desa, serta nama lengkap sesuai identitas. Setelah kode verifikasi diisi dan tombol cari data ditekan, sistem akan menampilkan nama penerima, jenis bantuan, status pencairan, dan periode distribusi.

Pengecekan lewat aplikasi resmi

Selain lewat situs web, warga juga bisa memakai aplikasi Cek Bansos yang tersedia di App Store dan Play Store. Setelah masuk ke menu pengecekan, pengguna cukup memasukkan NIK KTP lalu menekan tombol cari data.

Hasil pencarian di aplikasi menampilkan informasi yang lebih lengkap, termasuk kelompok desil kesejahteraan, status aktif bantuan, dan jadwal periode penyaluran yang sedang berjalan. Informasi ini membantu penerima memastikan apakah namanya masih tercantum dalam daftar aktif atau sudah berubah status.

Dua jalur pencairan bantuan

Pada tahap kedua tahun 2026, pencairan PKH dan BPNT disalurkan melalui dua kanal utama, yaitu jaringan Bank Himbara dan PT Pos Indonesia. Skema ini disesuaikan dengan kepemilikan rekening masing-masing penerima.

Penerima yang sudah memiliki rekening bank penyalur akan menerima dana melalui transfer langsung. Sementara itu, penerima baru yang belum memiliki akses perbankan biasanya mengambil bantuan melalui kantor pos terdekat.

Masyarakat diingatkan untuk terus memantau status kepesertaan secara berkala. Daftar penerima dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti hasil evaluasi kelayakan yang dilakukan pemerintah setiap bulan.

Terkait