
BMKG mengeluarkan prakiraan cuaca Jawa Tengah hari ini, 8 Juni 2026, dengan perhatian utama pada ancaman rob di pesisir utara dan gelombang tinggi di perairan selatan. Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas warga pesisir, pelayaran, hingga kegiatan ekonomi di wilayah terdampak.
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Wahyu Sri Mulyani, menyebut air laut pasang atau rob dengan ketinggian maksimum 1 meter diperkirakan terjadi di perairan utara pada pukul 12.00 hingga 17.00 WIB. BMKG meminta masyarakat mewaspadai potensi banjir rob yang dapat mengganggu transportasi, bongkar muat di pelabuhan, budidaya perikanan darat, dan aktivitas petani garam.
Wilayah Pantura yang Perlu Waspada
Sejumlah daerah di pesisir utara Jawa Tengah masuk dalam daftar wilayah yang berpotensi terdampak rob. Daerah itu meliputi Pekalongan dan Batang, Kendal dan Semarang, Demak dan Jepara, serta Pati dan Rembang.
Fenomena ini menjadi perhatian karena rob dapat muncul bersamaan dengan kondisi pasang maksimum. Saat itu, air laut lebih mudah masuk ke kawasan pesisir dan memperbesar gangguan pada permukiman maupun fasilitas ekonomi di sekitar pantai.
Gelombang Tinggi Mengancam Pelayaran
Selain rob, BMKG juga mengingatkan adanya gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Tengah yang diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter. Di perairan utara, gelombang diprediksi berada pada kisaran 1,25 hingga 2,5 meter.
Kondisi tersebut dinilai berisiko bagi kapal nelayan, tongkang, dan kapal angkutan penumpang, terutama jika kecepatan angin melampaui 15 knot. Wilayah yang perlu pengawasan lebih ketat mencakup Semarang-Demak, Karimunjawa, Jepara, dan Pati-Rembang.
Cuaca Cerah Berawan, Namun Hujan Lokal Masih Mungkin
Di luar ancaman pesisir, Jawa Tengah secara umum mulai memasuki musim kemarau. Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Risca Maulida, menyampaikan cuaca diperkirakan cerah berawan dengan suhu udara sekitar 18-34 derajat celsius.
Meski demikian, hujan ringan tidak merata masih berpeluang turun di beberapa wilayah pegunungan dan sekitarnya. Area yang disebut berpotensi diguyur hujan meliputi Purbalingga dan Banjarnegara, Wonosobo dan Temanggung, serta Bumiayu.
Perubahan Suhu dan Angin Masih Perlu Dipantau
BMKG menyebut hujan ringan itu tidak berpotensi memicu bencana hidrometeorologi besar seperti longsor atau angin puting beliung. Namun, warga tetap diminta waspada terhadap perubahan suhu yang cukup drastis, terutama pada malam hari.
BMKG juga mencatat adanya angin dari arah timur ke selatan dengan kecepatan mencapai 27 kilometer per jam. Kondisi ini menambah pentingnya kewaspadaan bagi masyarakat pesisir dan pelaku pelayaran yang beraktivitas di perairan Jawa Tengah.
Source: mediaindonesia.com








