Kemenkeu Bongkar Modus Bantuan Lewat Messenger, Warga Diminta Waspada Akun Palsu Purbaya

Kementerian Keuangan menegaskan bahwa kabar pendaftaran dana bantuan lewat pesan Messenger adalah hoaks. Informasi itu beredar di media sosial dengan mencatut nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan meminta masyarakat mengirim data pribadi untuk didaftarkan sebagai penerima bantuan.

Klarifikasi ini penting karena unggahan palsu tersebut memakai narasi yang terlihat meyakinkan. Dalam pesan di Facebook, akun tak resmi mengklaim pemerintah memberi dana bantuan kepada seluruh masyarakat Indonesia melalui Kementerian Keuangan dan mewajibkan pendaftaran lewat Messenger.

Kemenkeu menyebut unggahan itu sebagai berita bohong dan langsung meluruskannya ke publik. Kementerian juga menegaskan bahwa klaim tersebut bukan kanal resmi penyaluran bantuan dari pemerintah.

Modus seperti ini berisiko karena mendorong orang menyerahkan data pribadi ke pihak yang tidak jelas. Dengan kedok bantuan pemerintah, pelaku bisa memanfaatkan kepercayaan publik untuk tujuan penipuan online.

Kemenkeu meminta masyarakat tidak mudah percaya pada akun tiruan yang memakai nama pejabat negara. Publik juga diimbau waspada terhadap pesan yang menjanjikan bantuan, tetapi meminta data lewat aplikasi pesan instan.

Pemerintah menekankan bahwa verifikasi harus dilakukan secara mandiri melalui saluran komunikasi resmi. Langkah ini menjadi penting agar masyarakat tidak terjebak pada informasi palsu yang tersebar cepat di media sosial.

Kemenkeu juga mengingatkan bahwa program bantuan dari negara akan diumumkan secara resmi melalui situs dan akun media sosial resmi kementerian terkait. Informasi semacam itu tidak disalurkan lewat pesan pribadi, apalagi melalui akun yang tidak dapat dipastikan keasliannya.

Kasus ini kembali menunjukkan bahwa pencatutan nama pejabat masih menjadi salah satu cara paling sering dipakai dalam penyebaran hoaks. Karena itu, masyarakat diminta lebih cermat sebelum merespons ajakan apa pun yang meminta data pribadi dengan iming-iming bantuan.

Exit mobile version