60 Menit Padamkan Jakarta, Langkah Kecil Yang Pernah Turunkan Emisi Nyata

Warga DKI Jakarta kembali diajak menyalakan kepedulian terhadap lingkungan melalui Aksi Hemat Energi dan Pengurangan Emisi Karbon dengan mematikan lampu selama 60 menit. Aksi ini berlangsung pada Sabtu, 13 Juni 2026, mulai pukul 20.30 WIB hingga 21.30 WIB.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup 2026. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai gerakan sederhana yang dilakukan bersama-sama bisa memberi dampak nyata bagi kualitas lingkungan kota.

Ajakan untuk menjadikan hemat energi sebagai kebiasaan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, mengatakan partisipasi masyarakat memegang peran penting dalam menekan emisi karbon dan menjaga keberlanjutan lingkungan perkotaan. Ia mengajak warga menjadikan hemat energi sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari demi Jakarta yang lebih sehat dan nyaman untuk generasi mendatang.

Ajakan ini menekankan bahwa penghematan energi tidak hanya relevan saat kampanye tertentu. Langkah kecil seperti mematikan lampu dan perangkat elektronik yang tidak dipakai dapat menjadi kebiasaan yang memberi manfaat lebih luas jika dilakukan secara konsisten.

Mengacu pada aturan yang sudah berlaku

Aksi pemadaman lampu ini mengacu pada Instruksi Gubernur Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pemadaman Lampu dalam Rangka Penghematan Energi dan Pengurangan Emisi Karbon. Dasar aturan tersebut menunjukkan bahwa gerakan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari upaya yang sudah memiliki landasan kebijakan.

Pemadaman dilakukan di sejumlah ruas jalan protokol dan arteri, serta berbagai ikon Jakarta. Lokasi yang ikut dipadamkan antara lain Monumen Nasional atau Monas, Patung Arjuna Wiwaha, Patung Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia, Patung Pemuda, Patung Jenderal Sudirman, dan kawasan Balai Kota DKI Jakarta.

Dampak yang pernah tercatat sebelumnya

Pemprov DKI Jakarta sebelumnya juga pernah menjalankan aksi serupa pada Sabtu, 25 April. Dari kegiatan itu, tercatat penghematan listrik sebesar 96,91 MWh dengan efisiensi biaya Rp140.226.312.

Aksi tersebut juga berkontribusi menurunkan emisi karbon hingga 77,53 ton CO2e. Data ini memperlihatkan bahwa pemadaman lampu dan pengurangan penggunaan perangkat elektronik yang tidak diperlukan dapat menghasilkan manfaat yang terukur bila dilakukan bersama-sama.

Peran warga dalam menjaga hasilnya

Keberhasilan aksi hemat energi sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat. Semakin banyak warga yang ikut memadamkan lampu selama 60 menit, semakin besar pula peluang penghematan energi dan pengurangan emisi yang bisa dicapai.

Karena itu, momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 menjadi pengingat bahwa upaya menjaga kualitas udara dan lingkungan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Dalam konteks Jakarta yang padat aktivitas, gerakan singkat seperti mematikan lampu pada pukul 20.30 WIB hingga 21.30 WIB dapat menjadi contoh nyata partisipasi publik dalam isu lingkungan.

Source: www.medcom.id

Terkait