Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menerima kunjungan Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Pol Suyudi Ario Seto di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta. Pertemuan itu membahas langkah pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika, termasuk pola peredaran gelap yang dinilai semakin canggih di kota-kota besar.
Melalui keterangan yang dikutip dari akun Instagram @sekretariat.kabinet, Teddy menyebut koordinasi dilakukan untuk memperkuat upaya melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di berbagai wilayah Indonesia. Ia menekankan bahwa tantangan di kawasan perkotaan membutuhkan respons yang lebih cepat, terukur, dan melibatkan banyak pihak.
Sorotan pada ancaman vape
Dalam diskusi tersebut, Teddy menyoroti satu isu yang kini menjadi perhatian utama, yakni penyalahgunaan rokok elektronik atau vape. Menurut dia, perangkat itu bisa dimanfaatkan sebagai media untuk menggunakan zat berbahaya, sehingga perlu diawasi lebih ketat.
Pernyataan itu memperlihatkan bahwa ancaman narkotika tidak lagi hanya hadir dalam bentuk yang konvensional. Penggunaan vape sebagai medium baru membuat pencegahan harus ikut menyesuaikan pola peredaran dan cara penyalahgunaan yang berkembang.
Teddy juga menegaskan pentingnya edukasi kepada masyarakat, terutama generasi muda. Pesan ini menjadi relevan karena kelompok usia muda kerap menjadi sasaran utama dalam berbagai bentuk penyalahgunaan zat berbahaya.
Capaian BNN ikut dibahas
Selain membahas tantangan baru, Suyudi Ario Seto turut memaparkan capaian BNN dalam pencegahan dan pemberantasan narkotika. Salah satu poin yang disampaikan adalah keberhasilan mengungkap jaringan peredaran gelap dan menyita berbagai jenis narkotika sebelum beredar di masyarakat.
Paparan itu menunjukkan bahwa kerja penegakan hukum tetap berjalan berdampingan dengan upaya pencegahan. BNN tidak hanya mengejar pelaku, tetapi juga berusaha memutus rantai distribusi sebelum barang berbahaya sampai ke pengguna.
Pertemuan ini juga mencerminkan arah kebijakan pemerintah yang menempatkan koordinasi antarlembaga sebagai unsur penting. Pemerintah disebut terus memperkuat sinergi untuk mencegah penyalahgunaan narkotika sekaligus melindungi generasi muda dari risiko yang terus berkembang.
Fokus pada perlindungan generasi muda
Dalam konteks itu, edukasi publik menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pemberantasan narkotika. Pemerintah ingin memastikan masyarakat memahami bahwa ancaman bisa muncul dari bentuk yang tampak sehari-hari, termasuk rokok elektronik yang disalahgunakan.
Teddy menyampaikan bahwa tujuan akhirnya adalah mewujudkan Indonesia yang bersih dari narkoba. Upaya itu, menurut dia, hanya bisa dicapai jika pencegahan, penindakan, dan literasi publik berjalan bersamaan dalam satu arah yang konsisten.
