Bantuan dana stimulan bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, tidak berhenti pada perbaikan rumah yang rusak. Di sejumlah hunian sementara, dana itu juga berubah menjadi modal awal bagi keluarga penyintas untuk kembali mencari penghasilan.
Di Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, sejumlah warga memanfaatkan bantuan tersebut untuk memulai usaha kecil. Aktivitas ekonomi ini tumbuh di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung dan menjadi penopang kebutuhan harian keluarga.
Bantuan yang bergerak dari pemulihan fisik ke pemulihan ekonomi
Milawati menjadi salah satu warga yang merasakan langsung manfaat bantuan stimulan itu. Dana yang diterimanya dipakai untuk memperbaiki rumah yang rusak dan membersihkan sisa lumpur akibat banjir.
Namun, upaya pemulihan itu tidak berjalan mulus karena banjir kembali datang saat rumahnya masih dibersihkan. Dalam kondisi terbatas, Milawati bersama keluarga memilih membuka usaha kecil di kawasan huntara dengan menjual makanan ringan.
“Hasil jualan ini kami gunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan membantu ekonomi keluarga,” ujarnya saat ditemui di Kompleks Huntara Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Milawati menyebut bantuan stimulan sebesar Rp8 juta yang diterimanya, ditambah bantuan dana koperasi sebesar Rp200 ribu, sangat membantu keluarganya melewati masa sulit. Ia kini tinggal bersama suaminya di huntara, sementara anak-anaknya bekerja di luar daerah dan satu anak masih menempuh pendidikan di pesantren.
Usaha kecil di huntara jadi sumber penghidupan baru
Cerita serupa datang dari Salwati, warga Desa Meunasah Lhok lainnya. Sebagian bantuan stimulan yang diterimanya ia jadikan modal untuk menjalankan usaha kecil di kawasan huntara.
Salwati menjual berbagai makanan dan minuman untuk memenuhi kebutuhan belanja harian. Usaha itu juga menjadi sumber pendapatan baru di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan pascabencana.
“Jualan ini untuk memenuhi uang belanja hari-hari,” kata Salwati. Dari aktivitas sederhana itu, ia ikut menjaga stabilitas ekonomi keluarga sambil tetap bertahan di masa pemulihan.
Dampak bantuan tidak hanya pada rumah warga
Munculnya usaha-usaha kecil di huntara menunjukkan bantuan dari Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera memberi dampak yang lebih luas. Bantuan tersebut tidak hanya memperbaiki kerusakan fisik, tetapi juga membantu warga membangun kembali kemandirian ekonomi.
Di tengah keterbatasan pascabencana, warga Pidie Jaya memanfaatkan setiap dukungan yang ada untuk bertahan dan bergerak maju. Aktivitas dagang kecil di huntara menjadi bukti bahwa pemulihan dapat berjalan dari level keluarga, melalui cara-cara sederhana yang langsung menyentuh kebutuhan sehari-hari.
Kisah Milawati dan Salwati memperlihatkan bagaimana bantuan stimulan dapat berkembang menjadi modal usaha saat kebutuhan dasar mulai tertangani. Di Pidie Jaya, pemulihan warga kini tidak hanya terlihat dari rumah yang diperbaiki, tetapi juga dari tumbuhnya usaha kecil yang memberi harapan baru bagi kehidupan keluarga penyintas.
