Jebolan METC Bawa Solusi AI Ke Panggung Inovasi, Adu Gagasan Di Showcase Komdigi-Microsoft

Microsoft Indonesia, Dicoding Indonesia, dan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menggelar AI Impact Challenge Innovation Showcase di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta. Ajang ini menampilkan karya terbaik lulusan Microsoft Elevate Training Center (METC) yang beradu inovasi lewat solusi berbasis kecerdasan buatan untuk menjawab kebutuhan nyata di masyarakat.

Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian AI Impact Challenge, kompetisi yang dirancang agar peserta METC tidak hanya mempelajari AI secara teori, tetapi juga menerapkannya dalam proyek nyata. Kompetisi tersebut menyiapkan dua jalur, yaitu Datathon untuk analisis data dan rekomendasi berbasis AI, serta Hackathon untuk membangun solusi digital atas persoalan dunia nyata.

Ruang bagi talenta digital untuk unjuk kerja

AI Impact Challenge mempertemukan talenta digital, pemerintah, dan industri dalam satu panggung yang sama. Melalui format showcase, para pemenang mendapat kesempatan memamerkan solusi di booth, mempresentasikannya kepada pemangku kepentingan, dan menerima apresiasi langsung dari perwakilan pemerintah maupun industri.

Penyelenggara menyebut pendekatan ini penting karena memberi ruang bagi peserta untuk menunjukkan hasil pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan lapangan. Ajang ini juga menegaskan bahwa inovasi AI tidak berhenti pada pelatihan, tetapi harus bergerak menuju penerapan yang berdampak.

Lebih dari 42.000 talenta akses pembelajaran AI

Microsoft Elevate Training Center merupakan bagian dari inisiatif global Microsoft Elevate yang mendorong percepatan keterampilan AI dan kompetensi digital. Melalui program ini, pada 2026 lebih dari 42.000 talenta digital Indonesia telah memperoleh akses pembelajaran di bidang artificial intelligence, machine learning, data science, dan teknologi cloud berbasis Microsoft Azure.

Peserta METC juga mengikuti pembelajaran mandiri melalui platform Dicoding. Mereka kemudian mendapat pelatihan online dan offline dari praktisi industri agar mampu menerapkan AI, bukan sekadar memahami konsep dasarnya.

363 tim ikut bersaing membawa solusi baru

Dalam penyelenggaraan tahun ini, tercatat 363 tim ambil bagian untuk menghadirkan solusi inovatif bagi sektor publik dan industri. Angka itu menunjukkan besarnya minat talenta digital Indonesia untuk menguji kemampuan mereka pada masalah yang lebih konkret dan terukur.

Narenda Wicaksono, CEO Dicoding Indonesia, menyoroti temuan Indonesia Developer Outlook 2026 yang menunjukkan 67,3% talenta digital Indonesia telah menggunakan AI setiap hari. Dari kelompok itu, 93,6% di antaranya merasakan peningkatan produktivitas yang signifikan.

“AI bukan lagi teknologi masa depan, melainkan keterampilan yang harus dimiliki saat ini,” ujar Narenda. Ia menambahkan bahwa tujuan METC adalah memastikan talenta digital tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga pencipta solusi berbasis AI yang bermanfaat.

Pemerintah dorong AI yang relevan dan berdaulat

Dari sisi pemerintah, Edwin Hidayat Abdullah, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi AI Impact Challenge. Ia menegaskan dukungan kementerian sebagai bagian dari komitmen memperkuat kedaulatan bangsa di bidang AI.

Edwin menyebut aspek AI Sovereignty penting agar Indonesia bisa maju di bidang teknologi dengan kekuatan sendiri. Sementara itu, Alfreno Kautsar Ramadhan, Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Kepemudaan dan Startup, menekankan pentingnya menyediakan use case nyata dari masyarakat agar lahir inovasi AI yang lebih relevan.

Pendekatan itu diharapkan membantu talenta digital merancang solusi yang sesuai dengan kebutuhan konkret di lapangan. Dengan begitu, hasil inovasi tidak berhenti di tahap ide, tetapi benar-benar menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.

Microsoft melihat kompetisi ini sebagai pengembangan SDM strategis

Widya Listyowulan, Government Affairs Director Microsoft Indonesia, menyebut AI Impact Challenge lebih dari sekadar kompetisi teknologi. Menurut dia, ajang ini merupakan bentuk pengembangan sumber daya manusia digital yang strategis karena berorientasi pada pemecahan masalah sehari-hari.

Widya juga menegaskan Microsoft bangga menjadi bagian dari ekosistem ini dan akan terus mendukung kebijakan yang mendorong adopsi AI yang bertanggung jawab, berdampak, dan merata. Pandangan itu sejalan dengan tujuan showcase yang ingin mempertemukan inovasi, kebijakan, dan kebutuhan industri dalam satu forum.

Narenda juga menyebut kolaborasi Microsoft dan Dicoding sejak 2025 telah membuka akses pembelajaran teknologi bagi lebih dari 80 ribu talenta digital Indonesia. Capaian itu memperlihatkan skala ekosistem pembelajaran yang terus tumbuh dan memperkuat daya saing bangsa di era transformasi digital berbasis AI.

Melalui AI Impact Challenge Innovation Showcase, Microsoft, Dicoding, dan Komdigi berharap semakin banyak talenta digital Indonesia mampu menghadirkan inovasi yang tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga memberi dampak sosial dan ekonomi. Kolaborasi lintas sektor ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem AI nasional dan mendorong lahirnya solusi yang makin relevan dengan kebutuhan bangsa.

Source: www.medcom.id

Terkait