Semeru Delapan Kali Erupsi Seharian, Awan Abu Naik Hingga 900 Meter

Author: Qoo Media

Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas tinggi dengan delapan kali erupsi pada Minggu, 12 Juli 2026. Letusan terakhir pada malam hari menjadi yang paling tinggi, mencapai sekitar 900 meter di atas puncak.

Informasi ini disampaikan Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang. Kolom abu dari erupsi yang tercatat pada pukul 19.00 WIB itu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara.

Erupsi Berulang Sejak Pagi

Erupsi pertama terjadi pada pukul 05.50 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 600 meter di atas puncak. Sepanjang hari, Semeru kembali erupsi pada pukul 06.23 WIB, 09.24 WIB, 12.55 WIB, 15.51 WIB, 16.39 WIB, 18.29 WIB, dan 19.00 WIB.

Kolom abu pada erupsi pagi hari teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah tenggara. Saat laporan dibuat, erupsi masih berlangsung.

Waktu Erupsi Tinggi Letusan Arah Abu
05.50 WIB 600 meter di atas puncak Tenggara
19.00 WIB 900 meter di atas puncak Utara

Status Siaga dan Imbauan Jarak Aman

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru saat ini berada pada Status Level III atau Siaga. Dalam kondisi itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak sebagai pusat erupsi.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Larangan ini dikeluarkan karena wilayah itu berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.

Liswanto juga menegaskan bahwa masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan lontaran batu pijar. Ia meminta warga mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru.

Waspada juga perlu ditingkatkan di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai dari Besuk Kobokan. Dengan delapan kali erupsi dalam sehari, Semeru kembali menegaskan statusnya sebagai gunung api yang perlu terus dipantau ketat oleh warga dan petugas.

Source: www.viva.co.id
Terbaru