Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti hadir langsung di SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta, saat MPLS berlangsung pada Selasa, 14 Juli 2026. Kehadirannya menjadi perhatian karena sekolah itu baru saja dilanda ancaman bom sehari sebelumnya.
Di tengah suasana yang ingin dipulihkan, Mu’ti memantau kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah, memberi motivasi kepada siswa, dan menyampaikan tiga pesan utama. Ia juga ikut senam bersama guru dan murid sebelum berbicara di hadapan para siswa.
Fokus Pada Semangat Baru di Tahun Ajaran Baru
Pesan pertama Mu’ti berkaitan dengan semangat belajar di awal tahun ajaran. Ia mengajak siswa kembali ke sekolah dengan antusias dan menekankan bahwa nilai rapor bukan hal yang paling utama.
“Nilai rapotnya apa saja tidak terlalu penting. Yang penting kalian semuanya semangat untuk belajar. Oke? Karena itu sekali lagi, selamat kembali ke sekolah dengan semangat yang baru,” katanya.
Pernyataan itu menjadi bagian dari upaya mengembalikan rasa aman dan nyaman di lingkungan sekolah. Seusai insiden ancaman bom pada Senin, 13 Juli 2026, aktivitas MPLS tetap berjalan dengan pendampingan berbagai pihak.
Cita-Cita Jadi Pesan Kedua untuk Siswa
Pesan kedua yang disampaikan Mu’ti adalah pentingnya memiliki cita-cita. Menurutnya, setiap anak merupakan harapan bangsa sehingga perlu punya tujuan yang ingin diraih di masa depan.
Dalam sesi interaksi, ia memanggil beberapa siswa ke atas panggung untuk menceritakan cita-cita mereka. Olivia ingin menjadi dokter umum, Ray bercita-cita menjadi astronot, dan Yusuf ingin menjadi polisi.
| Nama Siswa | Cita-Cita |
|---|---|
| Olivia | Dokter umum |
| Ray | Astronot |
| Yusuf | Polisi |
“Apapun bercita cita itu adalah harapan yang ingin kalian capai Kalau nanti sudah dewasa,” ujarnya. Dialog singkat itu membuat suasana MPLS di sekolah tersebut terasa lebih cair dan akrab.
Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Turut Diingatkan
Pesan ketiga berhubungan dengan pembiasaan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Mu’ti lalu meminta seorang siswa kelas 3A bernama Arka menyebutkan tujuh kebiasaan tersebut di depan teman-temannya.
Arka menjawab dengan menyebut bangun pagi, berolahraga, makan bergizi, beribadah, gemar belajar, beristirahat, dan bermasyarakat. Setelah itu, ia menerima hadiah berupa tas dari Mu’ti.
| Nama | Peran dalam Acara | Keterangan |
|---|---|---|
| Arka | Siswa kelas 3A | Menyebutkan tujuh kebiasaan dan mendapat hadiah tas |
Usai sesi pesan dan interaksi, Mu’ti melanjutkan kegiatan dengan berbincang bersama para siswa. Ia menanyakan makanan favorit, olahraga yang disukai, hingga makan bersama anak-anak dalam suasana yang disebut ceria.
“Alhamdulillah semuanya suasana ceria dan juga mereka juga semangat untuk kembali belajar,” katanya. Ia juga mengapresiasi dukungan Polri, Dinas Pendidikan, guru, dan orang tua siswa dalam penyelenggaraan MPLS di sekolah tersebut.
Di lokasi yang sama, Polri turut memberi edukasi mengenai keamanan di lingkungan sekolah dan mengajak siswa bermain bersama. Kehadiran berbagai unsur itu memperlihatkan upaya pemulihan suasana belajar setelah ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15.
Source: www.viva.co.id






