Lab Karisoprodol Terbongkar, Polisi Sita Lebih dari 1,5 Ton Bahan Baku

Polisi menyita lebih dari 1,5 ton bahan baku yang diduga terkait rantai produksi tablet karisoprodol dalam pengungkapan laboratorium gelap di Cakung, Jakarta Timur. Temuan itu mencakup puluhan drum bahan yang diduga disiapkan untuk produksi narkotika.

Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat juga menangkap dua terduga pemasok bahan baku berinisial MH dan VW. Keduanya diduga memegang peran penting dalam pasokan bahan untuk pembuatan tablet karisoprodol.

Penangkapan MH dan VW dilakukan di kawasan Metland Ujung Menteng, Cakung, pada Kamis (30/4). Langkah tersebut merupakan pengembangan penyelidikan atas pengungkapan laboratorium gelap sebelumnya di Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Dalam kasus laboratorium di Mijen itu, polisi telah menyita 308 ribu butir tablet karisoprodol yang siap diedarkan. Pengembangan perkara kemudian mengarah pada dugaan jaringan penyedia bahan baku.

Wakasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Kompol Avrilendy mengatakan penyidik kembali mengamankan dua terduga pelaku. “Kini penyidik kembali berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku berinisial MH dan VW sebagai pemasok bahan baku karisoprodol,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip news.detik.com, Minggu (19/7/2026).

Barang bukti dalam puluhan drum

Bahan yang disita terdiri atas karisoprodol, lidokain, dan sildenafil citrate dalam puluhan drum. Total berat dari tiga jenis bahan itu mencapai lebih dari 1,5 ton.

Jenis bahanJumlah drumTotal berat
Karisoprodol30 drum750 kilogram
Lidokain5 drum125 kilogram
Sildenafil citrate26 drum650 kilogram

Setiap drum karisoprodol memiliki berat 25 kilogram, sehingga totalnya mencapai 750 kilogram. Lidokain yang diamankan berjumlah lima drum dengan total berat 125 kilogram.

Sementara itu, 26 drum sildenafil citrate memiliki total berat 650 kilogram. Polisi menyebut seluruh barang bukti tersebut diduga menjadi bagian dari rantai produksi narkotika.

“Secara keseluruhan, barang bukti yang diamankan mencapai lebih dari 1,5 ton bahan baku yang diduga menjadi bagian dari rantai produksi narkotika,” kata Avrilendy. Penyidik masih menelusuri asal serta tujuan distribusi bahan-bahan tersebut.

Dugaan pasokan dari luar negeri

Berdasarkan pemeriksaan sementara, MH dan VW mengaku memperoleh bahan baku itu dari salah satu negara di kawasan Asia. Informasi tersebut masih didalami untuk mengungkap jaringan pemasok dan jalur distribusinya.

Polisi juga menyelidiki kemungkinan keterkaitan kedua tersangka dengan jaringan internasional. Pendalaman dilakukan untuk mencari pihak lain yang mungkin terlibat dalam rantai pasok maupun produksi tablet karisoprodol.

“Kasus ini masih terus kami kembangkan,” ujar Avrilendy. Polisi mendalami peran para tersangka serta kemungkinan adanya pelaku lain dalam perkara tersebut.

Atas perbuatannya, MH dan VW dipersangkakan dengan sejumlah ketentuan pidana, termasuk pasal terkait percobaan atau permufakatan jahat tindak pidana narkotika. Mereka juga dijerat ketentuan dalam Undang-Undang Kesehatan dan aturan pidana yang disebutkan penyidik.

Source: news.detik.com
Terkait