Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menggelar acara Lamongan Tempo Doeloe (LTD) yang berlangsung di Kawasan Gadjah Mada. Acara ini dimanfaatkan sebagai bagian dari rangkaian peringatan hari jadi Lamongan dan dibuka secara resmi oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi pada Kamis, 18 Juni. LTD hadir dengan menggandeng 125 stand, di mana 93 di antaranya mengusung konsep tempo doeloe, termasuk partisipasi dari berbagai instansi pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan sektor swasta.
Di tengah permintaan warga untuk meningkatkan sektor wisata lokal, LTD tidak hanya menawarkan bazar dengan 32 stand yang mewakili Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), tetapi juga menyuguhkan berbagai hiburan tradisional. Acara yang berlangsung selama empat hari ini bertujuan untuk menggairahkan ekonomi lokal dan memberikan wadah bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk unggulannya ke masyarakat luas.
Bupati Yuhronur Efendi dalam sambutannya menekankan pentingnya acara ini sebagai pendorong semangat pembangunan di Lamongan. “LTD kita gelar sebagai rangkaian peringatan hari jadi Lamongan. Ini menunjukkan partisipasi masyarakat yang luar biasa dalam aspek budaya dan ekonomi,” ujarnya dengan nada bersemangat. Menurutnya, acara ini diharapkan tidak hanya menggugah rasa kebanggaan masyarakat tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah.
UMKM di Lamongan terus menunjukkan kemajuan yang signifikan. Sebanyak sebelas produk UMKM berhasil lolos kurasi di pameran bergengsi, dan enam di antaranya sukses menjajaki kerja sama bisnis dengan mitra dari Hong Kong. Hal ini menjadi indikasi jelas bahwa produk lokal Lamongan mulai mendapatkan pengakuan yang lebih luas.
Selain itu, Pemkab Lamongan berkomitmen untuk memperkuat ekosistem UMKM. Dalam usaha tersebut, Bupati telah mengeluarkan Surat Edaran yang meminta agar seluruh instansi pemerintah dan sektor swasta prioritaskan penggunaan produk lokal. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat daya saing dan keberlanjutan UMKM di daerah tersebut.
Dengan konsep desain ala tempo doeloe yang ditonjolkan, setiap stand LTD menggambarkan kejayaan Kabupaten Lamongan dari zaman kerajaan hingga masa kolonial. Menurut Sekretaris Daerah Lamongan, Nalikan, kehadiran 125 stand tersebut menunjukkan bahwa Lamongan memiliki potensi besar dalam bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. “Desain dan tema LTD mengingatkan kita akan warisan budaya yang kaya. Ini harus menjadi acuan dalam pembangunan masa kini,” katanya.
Acara ini juga menawarkan beragam hiburan, termasuk musik tradisional, kuliner, barang antik, dan pertunjukan campur sari yang menghidupkan suasana nostalgia. Dengan aktivitas yang berlangsung dari pukul 15.00 hingga 22.00 WIB, LTD memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkumpul dan merasakan atmosfer khas tempo doeloe yang menyenangkan.
Pentingnya acara ini tidak hanya terbatas pada sektor ekonomi, tetapi juga pada upaya menghidupkan kembali tradisi dan budaya lokal yang mulai tergeser oleh modernisasi.
Dalam hal ini, LTD menjadi pendorong bagi pariwisata Lamongan untuk berkembang dan semakin dikenal, tidak hanya oleh masyarakat lokal tetapi juga wisatawan dari luar daerah. Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa penguatan UMKM dan promosi wisata dapat berjalan beriringan, membawa dampak positif bagi perekonomian dan keberlanjutan budaya.
Dengan semangat untuk memperkenalkan potensi lokal, LTD membuktikan bahwa Lamongan mampu menjadi destinasi wisata yang menarik, terutama bagi mereka yang mengagumi keindahan dan kekayaan budaya Indonesia. Acara ini menjadi langkah awal yang menjanjikan untuk terus menggali dan mengembangkan potensi daerah Lamongan ke depannya.





