Rencana kedatangan penceramah terkenal Zakir Naik ke Indonesia pada tanggal 21 Juni 2025 kini harus dibatalkan. Pembatalan ini mengejutkan banyak pihak, terutama para penggemar dan panitia lokal, karena Zakir dijadwalkan menyampaikan ceramah di beberapa kota besar, termasuk Surabaya, Malang, Solo, dan Bogor.
Pembatalan ini diduga disebabkan oleh wanprestasi dari pihak sponsor utama, Yayasan Dr Zakir Naik Indonesia, yang dipimpin oleh Anang Sadino. Dondy Tan, pimpinan Yayasan Garda Mualaf Indonesia yang kini menjadi penyelenggara acara, menegaskan bahwa pemenuhan janjinya tidak adanya kepastian lokasi acara, dan dana operasional yang tak kunjung cair berakibat serius. “Ketika tempat belum fix, bagaimana tim lapangan bisa bekerja? Akhirnya semua mundur,” ujarnya dalam wawancara di kanal YouTube Richard Lee.
Zakir Naik, dikenal dengan ceramah yang mendalami isu-isu agama dan sosial, sudah menyiapkan berbagai peralatan dan kru untuk mendukung kegiatan di Indonesia. Ia dilaporkan telah membeli tiket untuk ratusan orang dan mengincar kualitas tayangan tinggi melalui saluran Peace TV. Namun, kerugian di pihak Zakir muncul karena pendanaan dari sponsor tidak sesuai janji.
Dondy Tan juga mengonfirmasi bahwa ia telah melaporkan Anang Sadino ke pihak kepolisian karena dugaan wanprestasi. Hal ini menambah catatan kelam dalam penyelenggaraan acara, yang sebenarnya sudah dipersiapkan dengan baik oleh pihak Ganda Mualaf Indonesia.
Tak lama setelah pembatalan diumumkan, situasi mulai membaik saat Dondy menerima telepon dari seorang donatur asal Kanada. Donatur tersebut menyatakan siap membantu mencarikan sponsor baru untuk acara tersebut. Dalam telekonferensi antara Dondy, donatur, dan Zakir Naik, akhirnya tercapai kesepakatan bahwa acara tetap akan berlangsung meskipun dengan jadwal yang direvisi.
Acara ceramah Zakir Naik kini direncanakan ulang, mulai dari 28 Juni hingga 13 Juli 2025, dengan penjadwalan baru di beberapa kota. Salah satu lokasi yang telah final adalah Stadion Gajayana Malang, pada 19 Juli 2025. Namun, beberapa kota seperti Surabaya dan Sidoarjo yang semula jadwal kini dibatalkan.
Sebagai langkah persiapan lebih lanjut, Direktur media Peace TV tinggal di Indonesia selama lebih dari satu minggu untuk survei lokasi, menunjukkan keseriusan dalam memastikan kualitas acara berjalan dengan maksimal.
Dondy Tan menekankan pentingnya dukungan masyarakat, baik secara moral maupun materiil, mengingat kunjungan ini berpotensi menjadi yang terakhir bagi Zakir Naik ke Indonesia. Yayasan Garda Mualaf Indonesia, sebagai penyelenggara tunggal, berkomitmen untuk membuat acara ini sukses dan menarik perhatian khalayak.
Dengan rangkaian acara yang telah diperbaiki dan rencana baru yang lebih matang, diharapkan Zakir Naik dapat kembali menyapa penggemarnya di Indonesia. Kegiatan ini bukan hanya menjadi upaya dakwah tetapi juga sebagai kesempatan bagi masyarakat untuk menggali lebih dalam pemahaman tentang berbagai isu yang diangkat oleh penceramah ternama tersebut.





