Upaya meningkatkan kemandirian penyandang disabilitas terus dilakukan oleh Kementerian Sosial melalui berbagai program. Salah satu inisiatif terbaru berupa penyaluran bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) yang dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemensos. Pada akhir pekan lalu, DWP Kemensos berkolaborasi dengan Sentra Prof. Dr. Soeharso Surakarta mengunjungi Rumah Anak Prestasi (RAP) di Dukuh Menanggal, Surabaya, untuk menyerahkan bantuan vokasional sekaligus meninjau fasilitas yang disediakan bagi anak-anak penyandang disabilitas.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Penasihat I DWP Kemensos, Fatma Saifullah Yusuf. Dalam sambutannya, Fatma menyampaikan apresiasi terhadap Dinas Sosial Kota Surabaya yang telah berperan aktif dalam membentuk RAP sebagai tempat yang memfasilitasi pengembangan potensi penyandang disabilitas. "Surabaya beruntung memiliki empat Rumah Anak Prestasi yang siap mendukung anak-anak penyandang disabilitas. Saya berharap ini bisa memotivasi daerah lainnya untuk menyediakan ruang serupa," ungkapnya.
Fasilitas dan Program di Rumah Anak Prestasi
RAP menyediakan beragam fasilitas dan program untuk membantu anak-anak penyandang disabilitas, mulai dari layanan kesehatan hingga kelas keterampilan. Beberapa layanan yang tersedia di antaranya adalah konseling psikologis, terapi wicara, fisioterapi, serta kelas keterampilan seperti musik, melukis, dan menjahit. Selain itu, RAP juga menyediakan ruang untuk praktik kehidupan, di mana anak-anak dapat mengeksplorasi bakat dan keterampilan mereka.
Fatma mengungkapkan bahwa bantuan ATENSI yang disalurkan berupa dukungan vokasional senilai Rp 31.695.000, mencakup program sablon, handicraft, dan pendidikan musik. "Dengan dukungan ini, anak-anak bisa lebih mandiri, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan di masyarakat,” tegasnya.
Peran Dinas Sosial Surabaya
Kepala Dinas Sosial Surabaya, Mia Santi Dewi, juga memberikan apresiasi atas bantuan yang diberikan oleh Kemensos. Ia menekankan bahwa tujuan RAP adalah untuk membangun karakter anak-anak disabilitas agar mandiri dan berprestasi. Dengan adanya dukungan vokasional ini, anak-anak diberikan kesempatan untuk berkreasi sesuai dengan minat dan bakat mereka.
"Terima kasih atas ATENSI yang telah diberikan oleh Kemensos. Ini membuka lebih banyak peluang bagi anak-anak untuk mengembangkan diri," kata Mia.
Dukungan Lingkungan dan Keluarga
Sukses RAP tidak lepas dari dukungan keluarga dan lingkungan sekitar. Fatma mengagumi ketelatenan orang tua yang secara rutin membawa anak-anak mereka ke RAP untuk terapi. Kehadiran anak-anak di RAP tidak hanya membantu mereka dalam pengembangan keterampilan, tetapi juga meningkatkan citra positif penyandang disabilitas di masyarakat.
Anak-anak yang terlibat dalam program RAP telah berhasil menunjukkan kualitas mereka di berbagai bidang, seperti Reva dan Rapres Band yang telah tampil di berbagai acara. Keberhasilan mereka menjadi inspirasi bagi banyak orang dan membuktikan bahwa dengan dukungan yang tepat, penyandang disabilitas bisa mencapai prestasi yang membanggakan.
Arah Kebijakan Pemerintah
Kementerian Sosial tetap berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi penyandang disabilitas. Dengan mengembangkan program-program yang inklusif dan berorientasi pada kemampuan, diharapkan mereka dapat lebih mandiri dalam aktivitas sehari-hari dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Menghadapi tantangan ini, pihak pemerintah berupaya memastikan bahwa semua anak, termasuk penyandang disabilitas, memiliki akses yang sama terhadap pendidikan, keterampilan, dan layanan kesehatan. RAP dan program-program lainnya menjadi bagian penting dari strategi ini untuk menuju masyarakat yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Dengan langkah konkret seperti penyaluran ATENSI ini, harapannya adalah seluruh penyandang disabilitas di Indonesia, khususnya di Surabaya, dapat merasakan manfaat langsung dan meningkatkan kualitas hidup mereka.





