Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan bahwa hingga akhir Juni 2025, terdapat 1.861 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang telah beroperasi di seluruh Indonesia, melayani sekitar 5.582.470 penerima manfaat dari program makan bergizi gratis (MBG). Juru Bicara BGN, Redy Hendra Gunawan, merinci bahwa dalam satu minggu terakhir, terdapat penambahan 373.531 penerima manfaat.
Program ini berfokus pada penyediaan makanan bergizi bagi berbagai kelompok masyarakat, termasuk pelajar dan ibu hamil. Dari total penerima manfaat, rincian kategori penerima manfaat adalah sebagai berikut:
- PAUD/TK/RA: 321.702 siswa
- SD/MI: 2.400.183 siswa
- SMP/MTs: 1.534.442 siswa
- SMA/SMK/MA: 1.169.979 siswa
- Pondok pesantren: 27.760 santri
- PKBM dan SLB: 10.319 siswa
- Seminari: 802 siswa
- Ibu hamil: 15.780 orang
- Ibu menyusui: 26.504 orang
- Balita: 74.999 anak
Redy menambahkan bahwa hingga kini, sudah terdapat 253 lembaga ekonomi lokal, termasuk koperasi, BUMDes, dan UMKM, yang berpartisipasi dalam menyuplai bahan baku untuk program ini. Saat ini, sekitar 75.325 orang terlibat dalam pelaksanaan program MBG di berbagai SPPG, dengan jumlah personel meningkat sebesar 2.804 orang dalam satu pekan terakhir.
Distribusi Makanan saat Libur Sekolah
Program makan bergizi gratis ini tetap berjalan meskipun musim libur sekolah. BGN memastikan paket makan akan dikirim setiap hari Senin dan Kamis, dengan kombinasi makanan siap saji dan kemasan. Pada Hari Senin, siswa menerima makanan siap saji dan paket makanan untuk hari berikutnya, dan begitu pula pada Kamis.
Paket makanan yang disiapkan mengandung berbagai nutrisi, seperti karbohidrat, telur, susu, dan buah. BGN juga menggunakan kantong ramah lingkungan untuk mengemas makanan tersebut, agar dapat digunakan kembali.
Partisipasi dan Monitoring
Tidak hanya melibatkan lembaga lokal dalam penyediaan bahan, BGN juga tengah memverifikasi sekitar 22.000 mitra yang mendaftar dalam platform mereka untuk mendukung pelaksanaan program ini. Proses penilaian dilakukan secara ketat untuk memastikan kualitas dan kelayakan mitra.
Dalam rangka menjaga kinerja program, BGN melakukan pemantauan dan evaluasi secara rutin dari tingkat pusat hingga unit terkecil. "Kami berkomitmen untuk memastikan program ini berjalan dengan efektif dan mencapai semua target yang telah ditetapkan," ungkap Redy.
Tujuan dan Harapan Program
Program MBG ini bertujuan untuk mengurangi masalah gizi buruk di Indonesia, terutama di kalangan anak-anak dan ibu hamil. Melalui penyediaan makanan sehat secara gratis, BGN berharap dapat meningkatkan asupan gizi masyarakat dan menurunkan angka stunting.
Dengan dukungan dari pemerintah dan partisipasi aktif dari masyarakat, BGN berharap program ini akan dapat terus berkembang dan mencakup lebih banyak penerima manfaat di masa yang akan datang. Pengembangan SPPG dan peningkatan kerja sama dengan berbagai mitra lokal menjadi fokus utama dalam upaya mencapai keberhasilan program ini.
Dengan data yang signifikan dan komprehensif, BGN terus berupaya untuk meraih kepercayaan dan dukungan dari semua pihak, demi memastikan setiap masyarakat memiliki akses terhadap makanan bergizi dan menjaga kesehatan mereka.





