Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, pada Minggu, 6 Juli 2025, dalam rangka meninjau penanganan korban kecelakaan kapal KMP Tunu Pratama Jaya. Kunjungan ini juga melibatkan tim dari Jasa Raharja yang berkomitmen untuk memastikan penanganan korban berjalan dengan cepat dan efisien.
Selama kunjungan, Gibran menyatakan dukacita yang mendalam atas musibah tersebut. "Kami hadir di sini untuk memberikan dukungan kepada keluarga korban dan memastikan semua kebutuhan mereka terpenuhi," ungkapnya. Kehadiran Wakil Presiden ini menegaskan pentingnya perhatian pemerintah terhadap situasi darurat semacam ini.
Dampak Kecelakaan
Kecelakaan yang terjadi di Selat Bali ini telah menewaskan enam orang, sementara 29 orang masih dinyatakan hilang. Tim pencarian dari Basarnas dan TNI terus melakukan usaha maksimal untuk menemukan korban. Jasa Raharja, di bawah pimpinan Direktur Utama Rubi Handojo, berada di lini depan dalam penanganan klaim santunan kepada ahli waris. Santunan sebesar Rp50 juta telah disiapkan untuk setiap ahli waris yang meninggal, dan ditambah dengan perlindungan dari Jasaraharja Putera yang memberikan manfaat tambahan sebesar Rp75 juta.
Sinergi Antarlembaga
Rubi Handojo menekankan pentingnya kerja sama antara berbagai pihak dalam mengatasi musibah ini. "Sinergi antara Basarnas, TNI, Polri, dan ASDP Ketapang sangat vital untuk memastikan bahwa pencarian dan evakuasi korban dapat dilakukan dengan efektif," ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa koordinasi yang baik antara instansi akan mempercepat identifikasi dan penyerahan santunan kepada keluarga korban.
Wakil Presiden Gibran juga sempat berbicara langsung dengan keluarga korban di posko, memberikan penghiburan dan menjelaskan langkah-langkah yang telah diambil pemerintah dan pihak terkait. "Kami memahami betapa sulitnya kondisi ini bagi keluarga. Kami akan terus berupaya memberikan yang terbaik bagi mereka," tambahnya.
Keberadaan Jasa Raharja di Lokasi
Jasa Raharja, sebagai lembaga yang memberikan perlindungan dasar bagi pengguna transportasi, hadir dengan peran yang signifikan dalam menjamin penanganan yang humanis dan tepat sasaran. Tim Jasa Raharja sudah aktif di lapangan sejak awal kejadian, membantu pendataan identitas korban dan ahli waris yang sah. Ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan yang berfungsi sebagai representasi negara.
"Proses penyerahan santunan akan dilakukan segera setelah pencarian dinyatakan selesai," ungkap Rubi. Hal ini menunjukkan komitmen Jasa Raharja untuk memastikan bahwa bantuan dapat diberikan secepat mungkin kepada mereka yang berhak.
Refleksi Terhadap Musibah
Kecelakaan KMP Tunu Pratama Jaya menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya keselamatan dalam transportasi laut. Banyak pihak, termasuk manajemen kapal, juga telah menyatakan penyesalan atas kejadian tersebut dan berjanji untuk melakukan evaluasi menyeluruh guna mencegah kejadian serupa di masa depan.
Kehadiran pemerintah dan lembaga terkait dalam situasi krisis menegaskan bahwa perlindungan terhadap masyarakat menjadi prioritas utama. Rubi juga menekankan pentingnya dukungan dari masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi situasi darurat seperti ini.
Ke depannya, diharapkan adanya perbaikan dalam sistem transportasi dan evakuasi agar musibah serupa tidak terulang lagi. Penyempurnaan regulasi dan peningkatan pelatihan bagi kru kapal akan menjadi langkah-langkah penting ke arah yang lebih baik. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan setiap kejanggalan terkait keselamatan transportasi.
