Politikus senior PDIP, Aria Bima, menegaskan bahwa Kongres VI Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan tetap berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan pada tahun 2025. Penegasan ini diungkapkan Aria Bima di tengah situasi internal partai yang dipengaruhi oleh kasus hukum yang menimpa Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto. Ia menyatakan bahwa keputusan untuk menggelar kongres adalah keputusan partai yang tidak akan terhambat oleh proses hukum yang sedang berjalan.
Aria menjelaskan bahwa Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, telah membentuk tim khusus untuk mempersiapkan agenda kongres yang dianggap sangat penting bagi arah masa depan partai. "Sudah ada putusan bahwa kongres akan dilaksanakan pada 2025, termasuk mengenai waktu dan lokasinya. Bu Mega pasti sudah menunjuk tim untuk mempersiapkannya," ungkap Aria kepada wartawan pada Rabu, 9 Juli 2025.
Walaupun Aria mengakui bahwa kasus hukum yang melibatkan Hasto memiliki pengaruh terhadap dinamika internal partai, ia menekankan bahwa agenda kongres adalah urusan yang jauh lebih besar. "Kongres itu urusan besar, nasional, menyangkut masa kini dan masa depan partai. Meski ada pengaruh dari kasus Hasto, urusan kongres tetap jauh lebih penting," katanya tegas.
Posisi PDIP di Luar Pemerintahan
Menyinggung mengenai posisi PDIP sebagai oposisi terhadap pemerintahan Prabowo Subianto, Aria Bima menegaskan bahwa hal ini tidak akan dipengaruhi oleh kasus hukum yang menimpa elite partai. PDIP akan tetap berpegang pada sikap politiknya sebagai bentuk oposisi yang sah dan konstitusional. "Di dalam pemerintahan atau di luar, kita tetap memiliki martabat yang sama," ujarnya.
Kendati PDIP berada di luar kekuasaan pemerintahan, hubungan pribadi antara Megawati dan Presiden Prabowo tetap harmonis. Aria menambahkan, "Antara Ibu Mega dan Pak Prabowo ada hubungan personal yang cukup baik," menunjukkan bahwa meskipun secara politik terpisah, keterhubungan personal tetap terjaga.
Momentum Kongres VI
Kongres VI PDIP yang akan berlangsung pada 2025 dipandang sebagai momentum penting bagi partai. Pertemuan ini akan menjadi ajang untuk menentukan arah strategis partai setelah Pemilu 2024 dan dalam masa transisi politik nasional. Isu-isu penting seperti regenerasi kepemimpinan, posisi politik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, serta konsolidasi organisasi akan menjadi agenda utama.
Meskipun Hasto sedang menghadapi tuntutan hukum, PDIP menegaskan bahwa persiapan untuk kongres akan tetap berlangsung sesuai rencana tanpa adanya gangguan. Hal ini menunjukkan komitmen partai dalam menghadapi tantangan di dalam dan luar.
Dengan berbagai agenda strategis yang akan dibahas, PDIP berusaha untuk memperkuat posisi dan keberlangsungan ideologinya dalam kancah politik nasional. Diharapkan, kongres ini akan menjadi langkah awal dalam penyempurnaan organisasi dan strategi partai di tengah dinamika politik yang tidak menentu.
Aria Bima percaya bahwa meskipun ada tantangan, PDIP akan terus maju dan beradaptasi dengan kebutuhan politik yang ada. Dengan demikian, terlepas dari situasi yang sedang dihadapi, partai ini tetap optimis terhadap masa depan dan komitmennya terhadap bangsa.
