Sebanyak 249 Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan 57 Batalyon Adhi Wiratama telah resmi dinyatakan lulus dalam Sidang Dewan Akademik Penetapan Kelulusan yang berlangsung di Akpol Semarang. Dari sekian banyak lulusan, Fathan Putra Rifito menjadi sorotan karena berhasil meraih gelar Adhi Makayasa, penghargaan tertinggi untuk lulusan dengan prestasi kumulatif terbaik. Fathan adalah anak dari Irjen Barito Mulyo Ratmono, seorang jenderal polisi yang memiliki riwayat karir dan pemikiran yang menarik perhatian publik.
Profil Irjen Barito Mulyo Ratmono
Irjen Barito Mulyo Ratmono lahir di Jakarta pada 18 November 1974. Dia merupakan alumnus SMA Taruna Nusantara, yang dikenal dengan disiplin militer dan prestasi akademik yang tinggi. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Akademi Kepolisian pada tahun 1996, Barito mengawali karirnya dengan sejumlah jabatan strategis. Di antaranya, ia pernah menjabat sebagai Kapolsek di Purwokerto, Kapolres di Konawe, serta Wakil Direktur Intelkam Polda Jawa Barat.
Karirnya yang beragam memberikan Barito pemahaman yang mendalam tentang dinamika sosial di masyarakat. Selain melayani di lapangan, Barito juga dikenal sebagai seorang intelektual. Sifat kritisnya terlihat dari ketekunannya dalam dunia akademik. Ia meraih gelar Doktor di bidang Kajian Budaya dan Media dari Universitas Gadjah Mada pada 2013 dengan predikat cum laude, sebuah pencapaian yang jarang diraih oleh perwira polisi aktif.
Dalam tulisannya, Barito telah menyoroti isu-isu krusial seperti hoaks dan perang informasi yang kian marak. Dia pernah menerbitkan beberapa buku yang mengkaji dampak kebohongan di dunia maya, di antaranya “Cyber-hoaxes dan Implikasinya bagi Stabilitas Keamanan Nasional” dan “Demokrasi di Era Post Truth”. Melalui karya-karya tersebut, Barito menjelaskan bagaimana berita bohong dapat mengancam stabilitas negara serta memicu disintegrasi bangsa.
Didikan yang Membentuk Karakter
Prestasi Fathan Putra Rifito sebagai lulusan terbaik Akpol tak lepas dari pengaruh didikan ayahnya. Irjen Barito Mulyo Ratmono dikenal sebagai sosok yang membekali anak-anaknya dengan nilai-nilai positif dan pentingnya edukasi. Dengan tingginya beban akademik dan kedisiplinan yang diterapkan dalam lingkungan keluarga, Fathan tumbuh menjadi individu yang mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Sebagai ayah, Barito tidak hanya mengutamakan aspek pendidikan formal, tetapi juga membekali anaknya dengan pemahaman akan tanggung jawab sebagai generasi penerus. Dalam konteks ini, Fathan bukan hanya mencapai prestasi yang diidamkan dalam pendidikan, tetapi juga menunjukkan contoh yang baik bagi generasi muda lainnya.
Wawasan yang Kritis
Irjen Barito Mulyo Ratmono juga dikenal karena pandangannya yang tajam terhadap berbagai isu sosial dan politik. Ia menekankan pentingnya memahami perubahan zaman, terutama dalam konteks teknologi dan komunikasi. Pandangannya tentang ancaman di dunia siber, beserta solusi yang ditawarkannya, menjadikan Barito sebagai salah satu pemangku kepentingan penting dalam menghadapi tantangan modern.
Dalam konteks kapolisian, Barito semakin mengedepankan pendekatan yang berbasis pada kajian ilmiah dan data. Dia percaya bahwa dengan memahami aspek-aspek sosial dan media, pihak kepolisian dapat lebih efektif dalam menyelesaikan masalah yang muncul di masyarakat.
Pencapaian dan dedikasi Irjen Barito Mulyo Ratmono dalam bidang kepolisian dan akademik menjadi contoh nyata bahwa sinergi antara pengalaman lapangan dan pemikiran kritis dapat berkontribusi positif terhadap perubahan dalam institusi. Keberhasilan Fathan dalam mencapai Adhi Makayasa mungkin hanya awal dari perjalanan yang lebih panjang, di mana ia dapat mengimplementasikan nilai-nilai yang telah diajarkan oleh sang ayah di lapangan.





