Pada malam 10 Juli 2025, Universitas Pelita Harapan (UPH) merayakan dua dekade perjalanan UPH Choir melalui sebuah konser megah bertajuk "Canticle of Praise" di Auditorium Gedung D Ruang 501, Kampus Lippo Village. Konser ini bukan hanya sekadar pertunjukan musik, tetapi juga merupakan refleksi atas dedikasi dan spirit yang telah mengiringi UPH Choir sejak berdirinya pada 4 April 2005.
Di hadapan sekitar 500 penonton, 45 anggota aktif yang dikenal sebagai Choristers menyuguhkan rangkaian lagu yang mengungkapkan rasa syukur dan kegembiraan. “Di UPH, kami percaya bahwa pendidikan bukan hanya sekadar akademik. Melalui Unit Kegiatan Mahasiswa seperti UPH Choir, kami ingin membentuk mahasiswa secara utuh dengan mengembangkan potensi, karakter, dan kepemimpinan,” ujar Dr. Andry M. Panjaitan, Associate Vice President of Student Development, Alumni, dan Corporate Relations UPH.
Performa yang Menggugah
Konser berdurasi dua setengah jam ini dibagi menjadi dua babak. Babak pertama menampilkan berbagai karya, di antaranya "O Magnum Mysterium" (versi Nicholas White), "Hear My Prayer", dan "I Want to Be a Christian" yang menjadi penutup. Sementara itu, babak kedua dimulai dengan "O Magnum Mysterium" versi Tomas Luis de Victoria dan diakhiri dengan lagu-lagu megah seperti "Hallelujah Chorus" dan "If God Be for Us".
Saat menjelang akhir konser, penonton dikejutkan dengan penampilan lagu "Happy Birthday" yang diaransemen khusus sebagai simbol perayaan dua dekade UPH Choir. Sang konduktor, Tutu Sukendro, mengungkapkan bahwa konser ini merupakan perayaan dari proses latihan yang panjang dan penuh komitmen untuk membangun karakter dan disiplin di kalangan para anggotanya.
Perjalanan yang Terus Berkembang
UPH Choir telah melangkah jauh sejak didirikan, dengan lebih dari 150 penampilan baik di dalam maupun luar negeri, serta partisipasi dalam berbagai kompetisi bergengsi. Di antara prestasi yang diraih adalah Juara 1 National Folklore Festival ke-7 di Universitas Indonesia (2013) dan perwakilan Indonesia di Andrea O. Veneracion Choral Festival di Manila (2015).
“Melalui komunitas ini, mereka diajarkan untuk berproses dan bersandar pada Tuhan. UPH Choir adalah ruang belajar yang membentuk karakter dan menghasilkan karya dengan standar profesional,” tambah Tutu.
Testimoni Anggota Choir
Para anggota UPH Choir merasakan banyak manfaat dari keterlibatan mereka. Bernadeth Saskia Laudya Chintya, mahasiswi Program Studi Matematika angkatan 2022, mengaku bahwa latihan yang rutin tidak hanya meningkatkan kemampuannya dalam bernyanyi, tetapi juga membentuk kepribadian. “Saya banyak bertumbuh dari sisi kedisiplinan dan kerja sama tim,” ujarnya.
Serupa dengan Chintya, Benael Henokh Sabastian, mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika angkatan 2024, menekankan bahwa pengalaman di UPH Choir memberikan banyak pelajaran berharga. Dari teknik vokal hingga kebiasaan untuk selalu tepat waktu, ia percaya bahwa keterampilan ini akan berguna di kehidupan profesionalnya nanti.
Harapan untuk Masa Depan
Dengan adanya UPH Choir, diharapkan mahasiswa tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga membentuk komunitas yang saling membangun. UPH Choir berkomitmen untuk terus berinovasi dalam setiap penampilannya sambil tetap menginspirasi dan memberikan dampak positif bagi penonton yang menikmati karya mereka.
Melalui perayaan dua dekade ini, UPH Choir bertekad untuk kembali menyajikan karya-karya yang dapat menyentuh hati dan mengajak semua orang untuk merasakan kekuatan musik dalam membangun karakter dan mengembangkan potensi diri.







