Donasi Terus Berdatangan: Tuntutan Demontrasi Pati Bergeser ke Penurunan Bupati

Donasi logistik untuk mendukung aksi demonstrasi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terus mengalir menjelang unjuk rasa yang dijadwalkan pada Rabu, 13 Agustus mendatang. Tuntutan demonstrasi ini mengalami perubahan dari yang sebelumnya hanya meminta penurunan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang naik hingga 250 persen, kini beralih untuk menuntut pengunduran Bupati Pati, Sudewo.

Sebagaimana dilaporkan oleh Media Indonesia, hingga Jumat, 7 Agustus dini hari, donasi yang dihimpun tampak luar biasa. Ribuan dos air mineral dan ratusan dos makanan ringan terus berdatangan. Semua donasi tersebut ditempatkan di depan Kantor Bupati Pati di Alun-alun Pati. Koordinator penggalangan donasi, Teguh Istiyanto, menyampaikan bahwa hingga saat ini, lebih dari 8.000 dos air mineral dan satu mobil makanan sudah terkumpul.

Donasi tersebut tidak hanya datang dari dalam daerah, tetapi juga dari luar Pati, seperti Semarang, Kudus, Demak, dan Rembang. “Kami masyarakat Pati sangat berterima kasih atas dukungannya,” terang Teguh. Hal ini mencerminkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap tuntutan yang diusung dalam aksi demonstrasi.

Wakil Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, Supriyono, menegaskan bahwa meskipun Bupati Sudewo berencana untuk meninjau kembali kenaikan PBB-P2, aksi demonstrasi tetap akan dilaksanakan. Tuntutan juga bergeser untuk menuntut pengunduran Sudewo dari kursi pemerintahan, mengingat banyaknya kebijakan kontroversial yang diambilnya selama menjabat. Salah satu contoh adalah alokasi anggaran untuk renovasi Alun-alun Pati yang baru saja selesai, namun rencananya akan dibongkar kembali dengan biaya lebih dari Rp2 miliar.

“Banyak kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat, termasuk rencana pembongkaran masjid bersejarah. Ini yang menjadi pemicu utama kami untuk meminta Bupati turun dari jabatannya,” ungkap Supriyono. Dalam keterangan sebelumnya, Sudewo juga meminta maaf atas kekisruhan yang diakibatkan oleh kenaikan PBB-P2. Ia berjanji akan kembali meninjau pajak tersebut.

Bupati Sudewo dalam penjelasannya mengatakan bahwa kenaikan PBB-P2 tidak sepenuhnya mencapai 250 persen. Sebagian besar kenaikan hanya sekitar 50-100 persen. Ia menjelaskan bahwa peningkatan pajak ini diperlukan untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pati, yang menurutnya sangat mendesak.

Namun, kebijakan ini justru menambah ketidakpuasan di antara warga. Ditambah dengan berita bahwa Satpol PP melakukan pemindahan donasi logistik ke lokasi lain, situasi semakin memanas. Sudewo menyampaikan bahwa tindakan tersebut bukan berupa perampasan, tetapi pemindahan ke tempat lain yang akan digunakan untuk kegiatan HUT Pati ke-702 dan HUT RI.

Kekhawatiran terhadap ketidakpuasan masyarakat mencerminkan sorotan lebih luas mengenai kepemimpinan Bupati Sudewo. Dengan adanya sejumlah rencana kontroversial dan pernyataan yang tidak konsisten, kepercayaan warga semakin tergerus. Dalam waktu di mana unjuk rasa semakin dekat, banyak yang berharap perbaikan nyata dapat segera dilakukan oleh pemerintah daerah.

Demonstrasi mendatang diperkirakan akan dihadiri oleh peminat yang jauh melebihi target awal. Tidak hanya 50.000 peserta yang direncanakan, namun jumlah ini diperkirakan dapat mencapai 100.000 orang. Hal ini menunjukkan bahwa isu yang diangkat telah menggerakkan banyak kalangan yang terpengaruh oleh kebijakan pemerintah saat ini.

Dengan perhatian dan dukungan yang besar dari masyarakat, aksi demonstrasi di Pati diharapkan dapat menjadi momentum untuk menyampaikan aspirasi ke pemerintah daerah demi perubahan yang lebih baik.

Terkait