Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Amanah (STAIDA) menggelar Workshop Internasional Bahasa Arab sebagai upaya memperkuat penguasaan bahasa Arab di kalangan mahasiswa dan dosen, khususnya dalam Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Kegiatan ini dirancang guna mendukung pengembangan kompetensi akademik pendidik Islam yang tak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan bahasa Arab sebagai alat utama untuk memahami ilmu keislaman secara autentik.
Workshop internasional tersebut menghadirkan narasumber dari luar negeri, Syekh Nuruddin As-Sayyid Abdurrahman As-Syafi’i, seorang pakar bahasa Arab asal Mesir dan Direktur Utama Alsun sekaligus pencetus Metode Al Mi’roji. Metode yang dikembangkannya telah diadopsi banyak lembaga pendidikan Islam di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, karena pendekatannya yang praktis, tematik, dan aplikatif. Menurut Syekh Nuruddin, penguasaan bahasa Arab merupakan fondasi utama yang harus dimiliki calon guru dan akademisi Islam untuk mampu mengakses khazanah ilmu Islam yang autentik secara lebih mendalam. Ia menekankan pentingnya bahasa Arab sebagai jembatan intelektual terutama dalam menghadapi era modern yang menuntut pendekatan pembelajaran yang dinamis dan kontekstual.
Peserta workshop terdiri dari unsur pimpinan, dosen, serta mahasiswa STAIDA yang mayoritas berasal dari jurusan PAI dan PGMI. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari program penguatan akademik yang diinisiasi oleh kampus untuk mengoptimalkan kualitas lulusan yang mampu berkontribusi secara signifikan dalam dunia pendidikan Islam.
Ketua STAIDA, Muhammad Fatwa, menjelaskan bahwa penguatan bahasa Arab melalui workshop ini merupakan langkah strategis untuk memperkokoh kurikulum dan meningkatkan kompetensi utama di bidang kebahasaan bagi mahasiswa PAI dan PGMI. Ia menuturkan, “Dengan memperkuat penguasaan bahasa Arab di lingkungan PAI dan PGMI, kita bukan hanya membentuk lulusan yang cakap secara akademik, tapi juga siap menjadi pendidik Islam yang mampu menyampaikan ajaran secara benar dan berwibawa.” Fatwa menambahkan bahwa kedua program studi ini adalah jantung penggerak transformasi pendidikan Islam masa depan sekaligus instrumen penting dalam proses internasionalisasi kampus.
Lebih lanjut, Fatwa menegaskan bahwa penguasaan bahasa Arab bukan sekadar keterampilan tambahan, melainkan aset strategis yang mendukung peran pendidik dalam dakwah, pendidikan, serta pengembangan literasi keislaman. Ini menunjukkan komitmen STAIDA dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dengan kemahiran bahasa Arab sebagai alat utama di bidang akademik maupun sosial keagamaan.
Berikut beberapa poin penting terkait Workshop Internasional Bahasa Arab di STAIDA:
1. Fokus utama pada program studi PAI dan PGMI untuk memperkuat kompetensi kebahasaan dan keilmuan.
2. Narasumber internasional dari Mesir, Syekh Nuruddin As-Sayyid Abdurrahman As-Syafi’i, memperkenalkan Metode Al Mi’roji yang aplikatif dan tematik.
3. Peserta melibatkan pimpinan, dosen, dan mahasiswa, sehingga menjangkau berbagai kalangan akademik di STAIDA.
4. Workshop menjadi bagian dari strategi pengembangan akademik dan internasionalisasi kampus.
5. Menanamkan pemahaman bahwa bahasa Arab adalah jembatan intelektual menuju ilmu Islam autentik.
Melalui workshop ini, STAIDA semakin memantapkan posisi sebagai lembaga pendidikan yang bergerak progresif dalam mencetak pendidik dan akademisi Islam yang memiliki kapasitas kebahasaan dan keilmuan memadai. Langkah ini juga sejalan dengan kebutuhan globalisasi pendidikan Islam yang menuntut kemampuan bahasa Arab sebagai alat penting untuk mengakses sumber primer ilmu Islam secara otentik dan aplikatif di zaman modern.







