
Jumlah wisatawan nusantara yang mengunjungi Provinsi Bangka Belitung (Babel) selama periode Januari hingga Juli 2025 mencapai 2,86 juta orang. Data ini menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 1,84 juta orang. Informasi ini berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) serta penjelasan dari Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparbudkepora) Babel, Wydia Kemala Sari.
Pertumbuhan Wisatawan Nusantara di Babel
Wydia Kemala Sari menyampaikan bahwa peningkatan jumlah kunjungan wisatawan nusantara ke Babel tidak terlepas dari pengelolaan destinasi wisata yang semakin baik. Upaya serius ini turut membuahkan hasil sebagai magnet menarik minat kunjungan para wisatawan domestik ke daerah ini. “Dengan semakin baiknya pengelolaan pariwisata ini, tentunya menjadi magnet bagi wisatawan ke Babel,” kata Wydia dalam pernyataan yang disampaikan pada Jumat (5/9).
Menurutnya, pengelolaan tersebut meliputi peningkatan kualitas layanan serta inovasi dalam menghadirkan destinasi wisata yang beragam dan menarik. Saat ini, Babel memiliki total 640 daya tarik wisata yang tersebar di berbagai kategori, yakni 372 objek wisata alam, 216 wisata budaya, dan 52 objek wisata buatan.
Data Hotel Berbintang dan Wisatawan Mancanegara
Selain lonjakan wisatawan nusantara, sektor perhotelan juga menunjukkan perkembangan positif. Pada tahun lalu tercatat sebanyak 482.541 tamu menginap di hotel berbintang di Babel. Dari jumlah ini, dominasi ditempati oleh wisatawan nusantara sebanyak 476.904 orang dan wisatawan mancanegara sebanyak 6.637 orang.
Wydia menambahkan bahwa peningkatan sektor pariwisata tidak hanya didukung oleh pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga melalui pendampingan terhadap para pelaku usaha wisata. Program pendampingan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan, pemahaman tren pasar, dan memperkuat daya saing produk wisata Babel, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Strategi Pengembangan Pariwisata Jangka Panjang
Sebagai langkah strategis jangka panjang, pemerintah provinsi tengah menyiapkan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Provinsi (RIPARPROV) untuk periode 2025-2045. Rencana ini disusun agar selaras dengan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (RIPARNAS) yang dicanangkan pemerintah pusat. Selain itu, pengembangan sektor pariwisata Babel juga didukung oleh dua payung hukum utama, yaitu Peraturan Daerah tentang Ekonomi Kreatif (tahun 2018) dan Peraturan Daerah Kepariwisataan (tahun 2021).
Daya Tarik Unggulan dan Potensi Wisata
Salah satu fokus utama pengembangan saat ini adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang di Belitung, yang sejak 2019 masuk dalam daftar 10 destinasi prioritas nasional. KEK ini diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo dan menjadi perhatian karena lokasinya yang strategis, serta keberadaannya yang dekat dengan pasar wisata ASEAN sehingga memberikan nilai tambah penting bagi pengembangan pariwisata di Babel.
Provinsi Bangka Belitung dikenal luas melalui keindahan alam baharinya kelas dunia, terutama pantai-pantai eksotis dan pulau-pulau kecil yang masih alami. Selain itu, kekayaan sejarah dan budaya juga menjadi daya tarik tersendiri. Beberapa situs sejarah seperti Wisma Ranggam dan Benteng Toboali, serta keberagaman warisan budaya multietnik dan kuliner khas, memperkaya pengalaman wisatawan.
Ditambah dengan pengembangan desa wisata berbasis masyarakat, saat ini terdapat 99 desa wisata yang tengah dikembangkan sebagai destinasi alternatif di Babel. Upaya ini diharapkan mampu mendorong pemberdayaan masyarakat lokal dan menggerakkan ekonomi di tingkat desa.
Keseluruhan potensi alam, budaya, dan inovasi pengembangan wisata yang dilakukan oleh pemerintah dan pelaku usaha ini menjadikan pariwisata sebagai sektor penting yang menyediakan kontribusi ekonomi signifikan bagi masyarakat Babel. Sektor ini bahkan diharapkan bisa menjadi motor penggerak ekonomi selain sektor tambang yang selama ini menjadi pilar utama di provinsi tersebut.





