Pasar Kangen Taman Budaya Yogyakarta kembali digelar sejak Kamis, 18 September 2025, dan berlangsung hingga 24 September 2025. Acara yang sudah memasuki pelaksanaan ke-18 ini menjadi ajang nostalgia yang menghadirkan kembali suasana pasar tradisional sekaligus menghidupkan kekayaan budaya dan kuliner khas Jogja. Pasar Kangen tidak hanya menawarkan berbagai produk makanan dan kerajinan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan sosial yang merayakan tradisi serta seni lokal.
Menanam Filosofi Lokal dalam Pasar Kangen
Tema yang diusung pada Pasar Kangen Taman Budaya Yogyakarta tahun ini adalah "nandur apa sing dipangan, mangan apa sing ditandur" yang berarti menanam apa yang dimakan dan makan apa yang ditanam. Filosofi ini mengajak masyarakat untuk kembali menyadari pentingnya hubungan harmonis antara manusia dan alam. Acara ini mendorong sikap tanggung jawab dalam merawat dan memulihkan bahan-bahan makanan yang berasal dari alam serta memaknai nilai sejarah dan cerita di balik setiap produk yang tersedia. Dengan begitu, Pasar Kangen turut memperkuat identitas budaya sekaligus mengedukasi pentingnya ketahanan pangan berbasis lokal.
Beragam Ragam Kuliner dan Kerajinan
Tahun ini, Pasar Kangen menampilkan 218 pedagang yang sudah lolos kurasi ketat dari total 1.136 pendaftar. Dari jumlah tersebut, terdiri atas 152 pedagang kuliner dan 66 pedagang kerajinan serta barang antik. Berbagai hidangan tradisional khas Yogyakarta dan produk kerajinan tangan dipamerkan dalam pasar ini. Para pengunjung dapat menikmati suasana pasar tempo dulu sekaligus menemukan keunikan kuliner dan kerajinan yang kaya akan nilai budaya lokal.
Rangkaian Pertunjukan Seni Tradisional
Pasar Kangen TBY 2025 juga berfungsi sebagai panggung seni tradisi yang diadakan setiap hari sepanjang acara. Sebanyak 19 grup seni kerakyatan dan dua pertunjukan wayang kulit turut mengisi acara, memperkaya pengalaman pengunjung dengan keindahan dan kekayaan seni tradisional Yogyakarta. Pertunjukan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga membantu melestarikan warisan budaya yang telah ada secara turun-temurun.
Ruang Pojok Kreatif, Wadah Kolaborasi dan Inovasi
Selain pasar dan pertunjukan seni, kegiatan Pasar Kangen juga menyediakan Ruang Pojok Kreatif. Tempat ini menghadirkan berbagai program workshop yang tidak hanya menjadi ruang pamer, tetapi juga ruang kolaborasi. Masyarakat, seniman, komunitas, kreator, dan pelaku industri kreatif dapat berinteraksi dan bertukar ide di sini. Fasilitas ini mendukung perkembangan kreativitas sekaligus memperkuat ekosistem seni dan budaya lokal di Yogyakarta.
Dukungan Dana dan Penyelenggaraan
Kegiatan Pasar Kangen tahun ini didukung oleh dana keistimewaan yang dialokasikan secara khusus pada tahun 2025. Hal tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan budaya sekaligus mengangkat potensi ekonomi kreatif masyarakat. Pelaksanaan selama tujuh hari dari sore hingga malam hari memberikan kesempatan luas bagi warga lokal dan wisatawan untuk menikmati beragam sisi budaya Jogja secara menyeluruh.
Pasar Kangen Taman Budaya Yogyakarta terus menjadi ikon budaya yang memperkuat cinta dan pengenalan masyarakat terhadap warisan tradisi serta kuliner lokalnya. Dengan kombinasi pasar tradisional, pertunjukan seni, dan program kreatif, acara ini menjadi ruang penting yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini guna menjaga kekayaan budaya Jogja tetap hidup dan relevan.





