PNBP Imigrasi Tembus Rp 8,3 Triliun, Naik 18,6% dari Tahun Lalu

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan berhasil mencatat peningkatan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang signifikan pada tahun ini. Hingga 17 Oktober 2025, Direktorat Jenderal Imigrasi telah mengumpulkan PNBP sebesar Rp8,3 triliun, mengalami kenaikan sebesar 18,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp7 triliun. Pencapaian ini menjadi bukti keberhasilan transformasi dan inovasi dalam pelayanan keimigrasian.

Inovasi dan Transformasi Digital Dorong Kenaikan PNBP

Plt. Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, menjelaskan bahwa peningkatan pendapatan ini tidak lepas dari berbagai inovasi layanan dan pemanfaatan teknologi digital yang dilakukan selama satu tahun terakhir. Menurut Yuldi, transformasi digital serta penguatan struktur organisasi telah mempercepat proses pelayanan dan meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat serta investor.

Beberapa terobosan yang dikembangkan antara lain sistem “All Indonesia,” sebuah integrasi lintas instansi yang mempercepat proses deklarasi penumpang di bandara dan pelabuhan utama. Sistem ini diharapkan mampu mempersingkat waktu tunggu dan mempermudah proses administrasi.

Selain itu, pengembangan Golden Visa Indonesia menjadi salah satu kebijakan strategis untuk menarik investor dan talenta global berkualitas. Program ini memberikan kemudahan dan akses lebih luas bagi para pemegang visa prioritas, berkontribusi positif pada pemasukan negara dan peningkatan layanan keimigrasian.

Pelayanan Premium dan Penegakan Hukum yang Diperkuat

Yuldi juga menyoroti hadirnya fasilitas Immigration Lounge di bandara internasional yang menyajikan pelayanan cepat, nyaman, dan berkelas bagi pemegang visa prioritas, investor, serta tamu kenegaraan. Fasilitas ini tidak hanya meningkatkan citra layanan imigrasi, tapi juga membantu memberikan pengalaman pelayanan yang lebih baik.

Penguatan internal Direktorat Jenderal Imigrasi juga dilakukan melalui operasi pengawasan keimigrasian serta penegakan kode etik yang ketat. Langkah ini bertujuan menjaga integritas, melindungi kedaulatan negara, serta memastikan penerapan hukum yang adil dan konsisten dalam pelayanan keimigrasian.

Pengakuan dan Apresiasi atas Pencapaian

Direktorat Jenderal Imigrasi meraih sejumlah penghargaan selama setahun terakhir sebagai pengakuan atas inovasi dan kualitas layanan. Kampanye “Imigrasi Menjaga Negeri” memperoleh penghargaan Silver Winner pada Anugerah Humas Indonesia 2025. Selain itu, digitalisasi layanan izin tinggal dan implementasi Golden Visa menerima apresiasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB) sebagai inovasi pelayanan publik terbaik.

Prestasi tersebut menunjukkan keberhasilan Direktorat Jenderal Imigrasi dalam melakukan transformasi berbasis teknologi dan data. “Kami telah menunjukan perubahan nyata dalam meningkatkan kinerja, integritas, serta kualitas layanan publik,” kata Yuldi.

Komitmen memberikan layanan terbaik

Yuldi menegaskan komitmen Direktorat Jenderal Imigrasi untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk warga negara asing (WNA), dengan menjaga transparansi dan kepastian hukum. Menurutnya, setiap rupiah yang dibayarkan untuk layanan keimigrasian harus dikelola secara efektif dan kembali dalam bentuk layanan yang lebih cepat, adil, dan transparan.

Dengan sistem keimigrasian yang adaptif dan berintegritas tinggi, Direktorat Jenderal Imigrasi berupaya menjaga kedaulatan negara dan memberikan kontribusi optimal bagi penerimaan negara dari sektor bukan pajak. Inovasi, digitalisasi, dan penguatan organisasi menjadi pondasi utama untuk menghadapi tantangan global dan kebutuhan masyarakat di era modern.

Pengelolaan keimigrasian yang semakin efisien diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan negara tetapi juga mempercepat pemulihan ekonomi nasional melalui kemudahan investasi dan pariwisata. Ke depan, peningkatan kualitas layanan imigrasi diharapkan terus dipacu agar Indonesia semakin kompetitif dan terpercaya di mata dunia.

Source: www.medcom.id

Berita Terkait

Back to top button