Cuaca Ekstrem dan Rob Picu Banjir Meluas di Pantura Jawa Tengah, Waspada!

Banjir di Pantura Jawa Tengah semakin parah dan meluas akibat kombinasi cuaca ekstrem dan fenomena air laut pasang (rob) yang terus berlangsung. Pada Selasa (28/10), sejumlah wilayah di pesisir utara Jawa Tengah kembali terendam banjir, mengganggu aktivitas masyarakat dan transportasi serta memicu kerugian ekonomi yang signifikan.

Menurut pengamatan Media Indonesia, hujan deras disertai angin kencang dan sambaran petir terjadi di sekitar 20 daerah, memperburuk kondisi banjir yang sudah dipicu oleh kenaikan muka air laut. Di jalur Pantura Semarang-Demak misalnya, banjir setinggi 20-60 sentimeter menyebabkan kemacetan panjang dan banyak kendaraan mengalami mogok. Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto, mengonfirmasi ada 14 titik banjir di kawasan tersebut dan memperingatkan potensi peningkatan tinggi banjir jika hujan dan rob terus berlanjut.

Selain Semarang dan Demak, Kabupaten Pati, Jepara, Kendal, dan Pekalongan juga mengalami banjir rob dengan ketinggian air mencapai hingga 1 meter pada dini hari antara pukul 01.00-05.00 WIB. Salah satu warga, Khusaini dari Wonokerto, Pekalongan, menyampaikan bahwa aktivitas sehari-hari seperti pergi ke pasar dan pelabuhan ikan terhenti akibat kondisi ini. Hal serupa dialami Jafar, warga Loireng, Sayung, Demak, yang harus kehilangan istrinya karena terkendala akses medis selama banjir parah di Semarang.

Warga di Ketitang, Kabupaten Pati, Harmanto, menuturkan bahwa banjir telah menjadi masalah berulang yang disebabkan jebolnya tanggul serta meluapnya sungai akibat curah hujan tinggi di kawasan pegunungan Kendeng dan Muria. Ia pun meminta perhatian dari pemerintah daerah khususnya Gubernur Jawa Tengah untuk segera melakukan penanganan yang berkelanjutan.

Upaya Mitigasi melalui Operasi Modifikasi Cuaca

Menanggapi situasi tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperpanjang pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa OMC bertujuan mencegah hujan ekstrem dan mengurangi risiko banjir dengan meredistribusi curah hujan. Sejak Sabtu (25/10), tim telah melakukan sembilan sorti penerbangan dengan menaburkan total sembilan ton bahan semai seperti natrium klorida dan kalsium oksida.

Perpanjangan OMC ini merupakan langkah antisipasi sesuai dengan prakiraan BMKG yang menunjukkan potensi hujan intensitas tinggi masih akan terjadi sepanjang minggu kelima Oktober. Abdul Muhari juga menegaskan bahwa OMC diharapkan dapat mempercepat proses pengeringan genangan banjir, khususnya di wilayah yang terendam rob.

Peringatan BMKG terhadap Cuaca Ekstrem dan Rob

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap gangguan cuaca ekstrem dan kondisi rob yang berlangsung di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Prakirawan BMKG Arif N menyebutkan, cuaca ekstrem diprediksi terjadi di 20 daerah terutama di wilayah pegunungan dan dataran tinggi seperti Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, serta daerah di sekitar Magelang, Salatiga, dan Ambarawa.

Sementara itu, kecepatan angin berkisar antara 10-25 kilometer per jam dengan suhu udara antara 18-32 derajat Celsius dan kelembapan udara 60-95 persen. Kepala BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Shafira Tsanyfadhila, mengungkap rob dengan ketinggian maksimum hingga satu meter masih merendam daerah pesisir utara Jawa Tengah, mengakibatkan gangguan pada aktivitas pelabuhan, transportasi, budidaya perikanan darat, dan petani garam.

Banjir rob yang terjadi pada dini hari membuat kondisi semakin sulit karena berbarengan dengan hujan lebat. Hal ini menyebabkan luas genangan air semakin meluas dan ketinggiannya meningkat. Kondisi ini juga memperburuk kinerja infrastruktur dan membebani kehidupan masyarakat di sepanjang Pantura Jawa Tengah.

Pemantauan dan respons yang terus berjalan dari BNPB, BPBD serta BMKG menjadi kunci penting dalam mitigasi risiko terhadap bencana banjir rob dan cuaca ekstrem yang terintegrasi. Masyarakat diminta untuk tetap siaga, mengikuti informasi resmi, serta menjaga keselamatan diri dan harta benda di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih ini.

Source: mediaindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button