SD Kristen Manahan Raih Juara KU-12 MilkLife Soccer Challenge Seri 1

Gelaran MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Solo Seri 1 untuk kategori usia 12 tahun (KU-12) berhasil dimenangkan oleh SD Kristen Manahan Surakarta. Kompetisi yang berlangsung sejak 28 Oktober hingga 2 November 2025 di Lapangan Kota Barat tersebut memperlihatkan aksi sepak bola putri yang sangat kompetitif dengan keikutsertaan total 1.736 siswi dari 92 sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI).

Pertandingan final KU-12 mempertemukan SD Kristen Manahan dengan MIN 9 Sragen. Dalam laga yang berjalan dengan tempo tinggi dan intensitas persaingan kuat tersebut, SD Kristen Manahan mampu mengalahkan MIN 9 Sragen dengan skor akhir 4-1. Kapten tim SD Kristen Manahan, Ika Wonda, tampil gemilang dengan menyumbangkan gol pembuka yang membawa timnya unggul sejak babak pertama. Meskipun lawan dari Sragen mencoba bangkit dan berhasil menyamakan kedudukan lewat gol pemain andalan mereka, Lourinda Divya Tera Avantika, tim dari Surakarta ini berhasil kembali mencetak tiga gol tambahan hingga menutup babak pertama dengan keunggulan 3-1.

Posisi SD Kristen Manahan di puncak klasemen KU-12 ini sekaligus menjadi momen berharga setelah puasa gelar di gelaran MLSC Solo pada Mei lalu. Ika Wonda sendiri menjadi Top Scorer KU-12 dengan catatan mengesankan 35 gol selama kompetisi berlangsung. Penampilan strategis dan determinasi tinggi dari seluruh pemain SD Kristen Manahan merupakan kunci keberhasilan mereka dalam menguasai jalannya pertandingan dan menjaga jarak poin dari MIN 9 Sragen.

Perkembangan dan Partisipasi Kompetisi

MilkLife Soccer Challenge Solo Seri 1 2025-2026 mencatat peningkatan signifikan dalam jumlah peserta dibanding seri sebelumnya. Dari 389 siswi pada Juli 2024, kemudian meningkat menjadi 830 peserta pada Seri 2 Oktober 2024, hingga mencapai 1.736 siswi pada periode terbaru ini. Para peserta terbagi ke dalam 64 tim KU-10 dan 99 tim KU-12, menunjukkan antusiasme masyarakat maupun sekolah dalam mengembangkan sepak bola putri di usia dini.

Timo Scheunemann, Kepala Pelatih MilkLife Soccer Challenge, mengungkapkan kegembiraannya atas tren positif tersebut. Ia menilai bahwa peningkatan jumlah peserta selaras dengan kualitas permainan yang semakin baik. Menurut Timo, hal ini memperlihatkan ambisi besar para atlet muda putri untuk menjadi pesepak bola handal di masa depan. Pelatih ini juga menyoroti peran penting berbagai sekolah sepak bola (SSB) di Solo yang membina para pemain agar terus mengasah kemampuan di luar latihan rutin di sekolah.

Dukungan Pemerintah dan Semangat Sehat

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan MLSC yang membuka ruang khusus bagi para atlet putri di kategori usia 10 dan 12 tahun. Menurut Astrid, partisipasi yang meningkat menunjukkan semangat masyarakat terutama generasi muda dalam menjalani gaya hidup sehat dengan rajin berolahraga. Ia mengajak seluruh warga Kota Solo untuk menanamkan nilai Kota Sehat sejak dini.

“Saya mengapresiasi penyelenggaraan MLSC yang memberikan ruang khusus bagi putri KU 10 dan KU 12. Jumlah peserta yang terus meningkat menandakan antusiasme tinggi untuk berkompetisi dan berprestasi,” tuturnya.

Penampilan KU-10 SD Al Azhar Syifa Budi

Selain SD Kristen Manahan di KU-12, SD Al Azhar Syifa Budi Surakarta juga berhasil menjuarai KU-10 dengan mengalahkan SDN Cemara Dua 3-2 dalam pertandingan ketat. Tim dari Al Azhar berhasil membalikkan keadaan setelah tertinggal di babak pertama. Gol-gol penentu kemenangan dicetak oleh pemain utama mereka, Almira Sofia Retriva, yang sukses mencatatkan brace pada menit ke-18 dan menit ke-26. Duel sengit tersebut menunjukkan kualitas kompetisi yang terus berkembang di kalangan sepak bola putri usia dini.

Gelaran MLSC yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini menyasar pembinaan sepak bola putri dari jenjang paling dasar. Turnamen ini diharapkan menjadi ajang regenerasi dan pengembangan bakat muda, sekaligus mendorong peningkatan kualitas sepak bola putri Indonesia ke depan.

Dengan semakin besarnya antusiasme dan peran aktif berbagai pihak dalam mendukung pengembangan olahraga putri, MLSC menjadi wahana optimal untuk memupuk semangat olahraga, membangun karakter, serta menyiapkan calon-calon pesepak bola profesional sejak usia dini. Keberhasilan SD Kristen Manahan dan SD Al Azhar Syifa Budi tidak hanya mencerminkan prestasi individu dan tim tetapi juga menggambarkan kemajuan pengembangan sepak bola wanita di lingkup sekolah dasar di Solo dan sekitarnya.

Source: mediaindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button