Kelangkaan stok BBM di SPBU swasta sedang menjadi sorotan, termasuk di jaringan Vivo yang hingga kini belum tersedia pasokan BBM RON 90, RON 92, dan RON 95 di seluruh outlet resminya.
Situasi ini menyebabkan banyak pengguna kendaraan mencari informasi terkait upaya negosiasi antara pihak Vivo dan Pertamina sebagai pemasok utama BBM di Indonesia.
Stok BBM Vivo Masih Kosong di Seluruh Jaringan
Hingga Jumat, 31 Oktober 2025, berdasarkan data dari situs resmi Vivo serta pengumuman di akun Instagram perusahaan, BBM jenis RON 90, RON 92, dan RON 95 masih belum tersedia di semua SPBU Vivo.
Satu-satunya produk yang sempat dijual adalah Diesel, namun itu pun hanya dijumpai di beberapa lokasi dan jumlahnya semakin terbatas.
Informasi tentang kondisi ini diperbarui secara berkala, namun belum ada pernyataan resmi dari manajemen Vivo mengenai langkah konkret yang akan diambil untuk mengisi kembali stok BBM di SPBU mereka.
Faktor Kekosongan BBM di SPBU Swasta
Kekosongan stok BBM di SPBU swasta dilaporkan terjadi karena kuota impor bahan bakar yang diberikan pemerintah sudah habis dalam beberapa bulan terakhir.
Sebagai solusi, pemerintah meminta seluruh operator SPBU swasta melakukan pembelian base fuel dari Pertamina untuk menjaga ketersediaan BBM di jaringan mereka.
Namun, proses pembelian ini bukan tanpa tantangan.
Menurut laporan (sumber: Uzone.id dan Antara), sejumlah operator SPBU swasta mengalami negosiasi yang tidak mudah dengan pihak Pertamina, sehingga suplai BBM belum dapat dipastikan dalam waktu cepat.
Proses Negosiasi Bersama Pertamina
Laode Sulaeman, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, menyatakan bahwa seluruh operator SPBU swasta kini sudah melaksanakan negosiasi dengan Pertamina untuk menjamin pasokan BBM.
“Semua sudah bernegosiasi sekarang. Sebelumnya kan ada yang belum, sekarang yang belum itu sudah bernegosiasi,” tegas Laode sebagaimana dikutip dari Antara pada Jumat, 24 Oktober.
BP dan Vivo menjadi dua perusahaan awal yang telah memulai negosiasi dengan Pertamina.
Sementara operator seperti Shell masih harus berkoordinasi dengan kantor pusat, dan Exxon masih memiliki stok sehingga belum melakukan pembelian dalam waktu dekat.
Laode menambahkan, hasil final dari negosiasi ini akan terlihat setelah distribusi BBM berhasil masuk lagi ke seluruh jaringan SPBU swasta.
Peran Pemerintah dalam Fasilitasi Negosiasi
Pemerintah, melalui Kementerian ESDM, turut berperan dalam memfasilitasi pertemuan dan pembahasan antara operator swasta dan Pertamina.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kekosongan BBM yang sempat mencapai puncaknya pada 15 Oktober 2025, di mana tidak satupun SPBU swasta memiliki stok BBM.
Upaya mempercepat negosiasi menjadi kunci agar pasokan BBM di SPBU seperti Vivo dapat kembali normal dalam waktu dekat.
Seluruh pemilik kendaraan diharapkan terus memantau pengumuman resmi dari pihak SPBU dan pemerintah mengenai ketersediaan BBM di wilayahnya.
Baca selengkapnya di: uzone.id




