Sahroni hingga Uya Kuya Hadiri Sidang Putusan MKD Hari Ini, Apa Isinya?

Beberapa anggota DPR yang dinonaktifkan terkait demo besar pada Agustus 2025 hadir dalam sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Rabu, 5 November 2025. Kehadiran ini merupakan momen penting menjelang pembacaan putusan akhir atas kasus yang melibatkan lima anggota DPR tersebut.

Hadir di ruang sidang antara lain Ahmad Sahroni, Nafa Urbach, Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio, serta Surya Utama alias Uya Kuya. Sedangkan Adies Kadir tidak ikut hadir hari ini, menurut laporan dari petugas MKD.

Ketua MKD, Nasarudin Dek Gam, menegaskan bahwa sidang hari ini adalah tahapan penentuan nasib akhir keanggotaan kelima anggota DPR tersebut. “MKD telah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap Adies Kadir, Nafa Urbach, Surya Utama, Eko Purnomo, dan Ahmad Sahroni,” jelas Nasarudin kepada wartawan.

Proses pemeriksaan ini dilakukan menyusul pelanggaran etik yang dituduhkan kepada kelima anggota DPR periode 2024-2029. Mereka dinonaktifkan oleh partai politik masing-masing setelah mengeluarkan pernyataan kontroversial yang berujung pada protes dan demonstrasi massa yang cukup besar di bulan Agustus lalu.

Berikut lima anggota DPR yang menjadi fokus sidang MKD hari ini:

1. Ahmad Sahroni (Fraksi Nasdem)
2. Nafa Urbach (Fraksi Nasdem)
3. Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio (Fraksi PAN)
4. Surya Utama alias Uya Kuya (Fraksi PAN)
5. Adies Kadir (Fraksi Golkar)

Sidang putusan ini sangat dinanti publik dan internal DPR. Putusan MKD akan menentukan apakah para anggota DPR ini akan dikenai sanksi etik lebih lanjut atau justru dikembalikan ke posisi mereka semula. Keputusan final ditetapkan setelah rapat pleno MKD yang berlangsung secara tertutup.

Sebelumnya, kasus ini dipicu oleh pernyataan yang dianggap mengundang kericuhan dan kemarahan masyarakat. Demonstrasi besar yang terjadi memaksa partai politik memberikan respons tegas dengan menonaktifkan anggotanya sebagai bentuk tanggung jawab institusi legislatif.

Sidang MKD juga mengundang sejumlah ahli untuk memberikan pandangan terkait dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan para anggota DPR ini. Hal ini dilakukan agar proses pengambilan keputusan dapat berjalan objektif dan berdasarkan fakta yang akurat.

Ketua MKD menegaskan, keputusan yang diambil akan mencakup semua bukti lengkap dan hasil pemeriksaan. “Kami ingin memastikan keadilan tidak hanya bagi lembaga DPR tetapi juga untuk masyarakat yang mengharapkan integritas para wakil mereka,” kata Nasarudin.

Hadirnya figur-figur populer seperti Uya Kuya dan Eko Patrio menambah perhatian publik terhadap jalannya sidang ini. Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan menghadapi proses etik tersebut meskipun mereka tidak hadir secara bersamaan dalam seluruh rangkaian sidang.

Penentuan nasib kelima anggota DPR nonaktif ini menjadi perhatian media dan masyarakat karena dampaknya terhadap citra DPR dan stabilitas politik nasional. Publik berharap hasil sidang dapat memberikan kepastian hukum yang transparan dan adil.

Rapat pleno MKD dijadwalkan selesai pada hari yang sama dengan sidang pembacaan putusan. Hasil resmi akan diumumkan segera setelah seluruh anggota MKD mengambil keputusan secara musyawarah mufakat. Hal ini penting untuk menjaga kredibilitas lembaga dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih.

Sidang hari ini merupakan puncak dari serangkaian proses disiplin yang menjalani investigasi ketat sejak peristiwa demo Agustus 2025. MKD berperan sebagai lembaga etik yang menegakkan aturan dan kehormatan parlemen demi kepentingan bangsa dan negara.

Keputusan MKD menjadi contoh bagi penegakan tata kelola internal DPR dalam menghadapi persoalan etik. Masyarakat dapat memantau proses ini sebagai bagian dari pengawasan demokrasi yang sehat dan berkeadilan di Indonesia.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com

Berita Terkait

Back to top button