Bea Cukai Purwokerto berhasil mendukung ekspor perdana UMKM ke Taiwan dengan pengiriman sebanyak 16 ton cocopeat. Produk ini merupakan olahan serat kelapa yang ramah lingkungan dan kini banyak diminati sebagai media tanam modern di pasar internasional.
Pengiriman berlangsung pada Kamis (6/11) melalui stuffing di Jalan Moh. Yamin No. 280, Purwokerto Selatan dan kemudian dimuat di Pelabuhan Tanjung Emas. Langkah ini menunjukkan bahwa produk lokal Banyumas sudah mampu bersaing dan menembus pasar global.
Dukungan Bea Cukai terhadap UMKM
Kepala Kantor Bea Cukai Purwokerto, Dwijanto Wahjudi, menegaskan bahwa Bea Cukai tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan. Namun, juga berperan sebagai fasilitator yang memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM agar siap go international.
Pendampingan tersebut membantu UMKM memahami proses ekspor sehingga pelaksanaan menjadi lebih lancar dan efektif. Dengan pembinaan ini, Bea Cukai berharap UMKM di wilayahnya semakin banyak yang berani dan mampu menembus pasar ekspor.
Peran Pelaku UMKM dalam Ekspor Cocopeat
PT Migunani Bersama Internasional, UMKM binaan Bea Cukai, menjadi pionir yang melakukan ekspor perdana tersebut. Direktur PT Migunani, Krisbowo Singgih, menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan Bea Cukai selama proses persiapan ekspor.
Ia berharap ekspor perdana ini menjadi awal yang baik untuk perkembangan produk mereka di pasar internasional. Produk cocopeat yang dihasilkan memiliki nilai jual tinggi dan merupakan produk ramah lingkungan yang potensial di pasar global.
Manfaat Ekspor bagi Ekonomi Lokal
Keberhasilan ekspor UMKM ini membawa manfaat langsung bagi pertumbuhan ekonomi daerah Banyumas. Selain meningkatkan devisa negara, ekspor ini juga membuka peluang kerja dan memperkuat posisi produk lokal di kancah global.
Peningkatan kemampuan UMKM untuk melakukan ekspor diyakini dapat mendorong kemajuan ekonomi yang berkelanjutan di daerah tersebut. Dukungan penuh dari Bea Cukai menjadi kunci utama dalam mewujudkan hal ini.
Fakta Penting Ekspor Perdana Cocopeat
- Produk yang diekspor adalah cocopeat sebanyak satu kontainer ukuran 40 feet high cube, sekitar 16 ton.
- Proses pengiriman melalui stuffing di Purwokerto dan pelabuhan Tanjung Emas.
- Cocopeat adalah media tanam modern yang ramah lingkungan dan sedang tren di pasar internasional.
- Ekspor ini merupakan inisiatif dari UMKM binaan Bea Cukai Purwokerto.
Dukungan dari Bea Cukai Purwokerto diharapkan mampu memacu UMKM lain di wilayah tersebut untuk melakukan ekspor. Langkah ini sejalan dengan program pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekspor nasional, khususnya dari sektor UMKM.
Dengan pembinaan dan fasilitasi yang berkelanjutan, UMKM lokal dapat terus mengembangkan produk unggulan untuk bersaing di pasar global. Keberhasilan ekspor perdana ini menjadi bukti nyata bahwa produk dalam negeri memiliki kualitas dan daya saing internasional.
Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com




