Workshop Ketahanan Pangan di SECAPA TNI AD: Sinergi Strategis Pertanian dan Pertahanan Bangsa
Ketahanan pangan kini menjadi isu yang sangat penting, tidak sekadar soal pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Hal ini juga berkaitan langsung dengan kekuatan pertahanan nasional dan stabilitas negara secara menyeluruh. Dalam konteks ini, Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (SECAPA TNI AD) menggelar workshop ketahanan pangan untuk memperkuat sinergi antara dunia pertanian dan pertahanan.
Acara yang diselenggarakan pada 7 November 2024 di Markas Besar SECAPA AD Bandung ini menegaskan peran strategis TNI AD dalam bidang pertanian. Asisten Penasihat Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Achmad Tjachja, menyatakan bahwa program ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan kapasitas personel TNI AD agar dapat berkontribusi pada kedaulatan pangan nasional.
Peran TNI AD dalam Mendukung Ketahanan Pangan
Achmad menegaskan bahwa Babinsa yang berada di tengah-tengah masyarakat adalah ujung tombak dalam mengidentifikasi dan menguatkan potensi komoditas lokal. Hal ini sangat krusial dalam memastikan ketahanan pangan di tingkat desa dan sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Beliau menyatakan, "Krisis pangan global dan perubahan iklim menuntut pembangunan sistem pangan nasional yang tangguh dan berkelanjutan."
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 menjadi peringatan serius bagi Indonesia. Terjadi peningkatan impor beras hingga 165,27 persen, gandum 35,31 persen, tepung gandum 14,43 persen, dan gula 0,66 persen. Kondisi ini menegaskan urgensi modernisasi teknologi pertanian untuk mengurangi ketergantungan impor.
Empat Pilar Ketahanan Pangan
Workshop ini juga mengedepankan pemahaman tentang empat pilar ketahanan pangan, yaitu ketersediaan, akses, pemanfaatan, dan stabilitas pasokan. Setiap pilar harus diperkuat supaya seluruh masyarakat memiliki akses yang cukup dan pemenuhan pangan yang berkelanjutan. Achmad Tjachja menegaskan bahwa tanpa adanya sinergi antara pertanian dan pertahanan, upaya mewujudkan swasembada pangan tidak akan optimal.
Kontribusi Sektor Pertanian bagi Ekonomi dan Nasional
Sektor pertanian memberikan sumbangan besar terhadap perekonomian nasional. Diperkirakan sektor ini berkontribusi antara 11 hingga 13 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Selain itu, sektor ini menjadi sumber penghidupan bagi sekitar 28-30 persen tenaga kerja Indonesia. Lebih dari 50 persen pendapatan rumah tangga petani masih bergantung pada hasil pertanian, menegaskan sektor ini sebagai pendukung utama pertahanan sosial ekonomi.
Melalui blueprint Kementerian Pertanian 2024–2029, pemerintah menargetkan pertumbuhan PDB pertanian sebesar 4 persen dengan program prioritas yang meliputi:
- Optimalisasi penggunaan lahan pertanian.
- Pemakaian benih unggul berkualitas.
- Pencetakan sawah baru.
- Pelatihan petani milenial dan generasi Z.
- Pengembangan komoditas ekspor strategis.
- Meningkatkan produksi susu bergizi.
- Program pekarangan pangan sehat.
Workshop Pertanian Sederhana: Terobosan di Tengah Masyarakat
Workshop yang digelar SECAPA TNI AD dianggap sebagai langkah sederhana namun produktif dalam pemberdayaan masyarakat desa. Acara ini memberi bekal praktis bagi personel TNI AD, khususnya Babinsa, dalam mendampingi para petani di lapangan secara efektif. "Workshop pertanian sederhana yang dilakukan SECAPA TNI AD merupakan penguatan yang baik saat mendampingi petani," ujarnya.
Sinergi Penguatan Kapasitas Personel TNI AD
Brigjen Ayi Lesmana, Wakil Komandan SECAPA TNI AD, menyatakan dukungan penuh terhadap kolaborasi ini. Kerjasama antara TNI AD, Babinsa, petani, dan juga perguruan tinggi diharapkan dapat mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional. Dengan penguatan ketahanan pangan dari akar rumput, kekuatan pertahanan nasional akan semakin tangguh dan kemandirian bangsa akan semakin kokoh.
Program ini menunjukkan bahwa pertahanan bukan hanya soal alat tempur, melainkan juga strategi mengelola potensi sumber daya alam dan manusia secara sinergis. Dari tanah yang subur lahir kemandirian, dan dari kemandirian bangsa tumbuh pertahanan yang kuat serta berkelanjutan.
Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com




