Surya Paloh Tegaskan Nasib Ahmad Sahroni & Nafa Urbach di DPR: PAW Belum Direncanakan

Nasib Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach di DPR Menurut Surya Paloh

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menyatakan bahwa partainya belum merencanakan pergantian antarwaktu (PAW) untuk Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach. Pernyataan ini disampaikan terkait sanksi yang dijatuhkan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI kepada keduanya.

Surya menegaskan bahwa NasDem menghormati proses mekanisme kelembagaan yang sedang berjalan di DPR. Menurutnya, MKD sebagai lembaga yang berwenang sudah menjalankan proses sesuai aturan.

Langkah Partai dan Sanksi MKD

Sebelumnya, Partai NasDem sudah memberikan sanksi nonaktif kepada Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach sebelum putusan MKD terbit. Hal ini sebagai bentuk sikap tegas partai dalam menanggapi pelanggaran etik yang terjadi.

MKD DPR RI memproses dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh kedua kader NasDem tersebut. Dalam sidang etik, MKD memutuskan untuk memberi sanksi nonaktif selama enam bulan untuk Sahroni dan tiga bulan untuk Nafa Urbach.

Konteks Pelanggaran dan Proses Etik

Kasus ini muncul pasca aksi demonstrasi besar di akhir Agustus 2025 yang melibatkan beberapa anggota DPR. Selain Sahroni dan Urbach, terdapat pula tiga legislator dari partai lain yang turut diperiksa atas dugaan pelanggaran etik.

Surya Paloh melihat keputusan partainya dan MKD sudah cukup memberi efek tegas. Ia menilai langkah PAW tidak diperlukan selama proses hukum dan etika berjalan lancar.

Pentingnya Menghormati Mekanisme Kelembagaan

Surya menegaskan pentingnya menghormati setiap proses hukum dan etik dalam lembaga legislatif. Ia meminta agar tidak ada tindakan tergesa-gesa yang bisa mengganggu stabilitas internal partai dan DPR.

Ketua Umum NasDem menilai seluruh mekanisme yang ada sudah membuat efek jera pada kadernya tanpa perlu praktik PAW. Hal ini menunjukkan sikap serius partai terhadap integritas anggota DPR.

Fakta Utama Mengenai Kasus dan Sanksi

  1. Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dinonaktifkan oleh Partai NasDem.
  2. MKD DPR memberikan sanksi nonaktif enam bulan untuk Sahroni dan tiga bulan untuk Urbach.
  3. Kasus ini terkait pelanggaran kode etik yang muncul setelah demonstrasi Agustus 2025.
  4. Tiga legislator dari partai lain juga diperiksa dalam kasus yang sama.
  5. Partai NasDem menghormati proses hukum dan etik yang sedang berjalan.

Dengan sikap yang diambil, NasDem menunjukkan komitmen menjaga reputasi dan kedisiplinan kadernya dalam menjalankan tugas di Dewan. Hingga saat ini, belum ada indikasi perubahan perihal pergantian anggota DPR dari NasDem. Surya Paloh memastikan partainya akan terus mengikuti setiap perkembangan secara proporsional dan sesuai aturan.

Berita Terkait

Back to top button