Pemkot Surabaya Maksimalkan Drainase Jelang Musim Hujan untuk Atasi Titik Rawan Banjir

Pemkot Surabaya Perkuat Drainase Jelang Musim Hujan 2026

Pemerintah Kota Surabaya mempercepat pengerjaan proyek drainase untuk mencegah banjir menjelang musim hujan puncak Januari-Februari 2026. Semua proyek diharapkan selesai pada akhir November 2025 agar kota siap menghadapi intensitas hujan yang hampir sama dengan tahun sebelumnya.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan penyelesaian proyek drainase menjadi prioritas utama. Saat ini progres pengerjaan sudah mencapai 70 persen dan sebagian besar ditargetkan rampung November, dengan sisanya akan selesai pada bulan Desember 2025.

Penanganan Titik Rawan Banjir

Pemkot menyiagakan 28 unit mobil pemadam kebakaran (PMK) untuk membantu mempercepat aliran air saat hujan deras mengguyur kota. Mobil-mobil ini dikerahkan di titik-titik rawan genangan setiap kali hujan turun sebagai antisipasi tambahan sebelum drainase rampung sepenuhnya.

Beberapa wilayah yang puluhan tahun langganan banjir, seperti Pakal dan Dukuh Kupang, kini mulai terbebas setelah sistem drainase diperbaiki. Penanganan juga difokuskan di Kecamatan Sukomanunggal yang selama ini mengalami hambatan karena penolakan warga terhadap pembangunan saluran baru.

Inspeksi Lapangan dan Penertiban Bangunan

Wali Kota melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah titik genangan untuk memastikan kesiapan infrastruktur. Di kawasan Tanjungsari, misalnya, ditemukan banyak rumah dan jembatan pribadi yang berdiri di atas saluran air sehingga menghambat aliran.

Eri meminta camat dan lurah setempat mengimbau warga menyesuaikan bangunan dengan batas tanah yang sah. Ia menegaskan larangan pembangunan jembatan pribadi di saluran drainase demi menjaga kelancaran aliran air saat hujan.

Peningkatan Infrastruktur Pompa dan Pembersihan Saluran

Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Surabaya akan menambah lima unit rumah pompa baru sehingga total menjadi 81 unit. Rumah pompa fokus dibangun di wilayah selatan yang selama ini menjadi langganan banjir, seperti Menanggal, Ahmad Yani, Ketintang, Karah, dan Rungkut Menanggal.

Selain itu, Pemkot menjalankan sistem penyaringan sampah secara intensif dengan menyiagakan Satgas dan petugas rumah pompa 24 jam. Sampah yang menyumbat saluran, mulai dari sampah rumah tangga hingga benda besar, menjadi salah satu penyebab utama terjadinya genangan air.

Koordinasi dengan BMKG untuk Deteksi Dini

Pemkot Surabaya melakukan koordinasi rutin dengan BMKG untuk mendapat informasi prakiraan cuaca ekstrem. Data tersebut digunakan sebagai acuan menyalakan pompa, membuka pintu air, dan menyiapkan Satgas lapangan sebelum hujan deras turun.

Wali Kota dan Kepala Dinas mengajak semua pihak, terutama masyarakat, untuk mendukung upaya ini dengan menjaga kebersihan saluran air. Tanpa partisipasi aktif warga, risiko banjir dan genangan akan sulit dihilangkan secara optimal.

Secara keseluruhan, Pemkot Surabaya menggabungkan percepatan pembangunan infrastruktur, pengelolaan sumber daya manusia, dan dukungan teknologi informasi untuk mengantisipasi banjir. Dengan langkah strategis ini, diharapkan Surabaya dapat menghadapi musim hujan dengan risiko genangan yang minimal dan peningkatan kualitas hidup warganya.

Baca selengkapnya di: www.suara.com

Berita Terkait

Back to top button