Kasus seorang pria berinisial D yang menyamar menjadi perempuan berhijab di Lombok sebagai Make Up Artis (MUA) kini viral di media sosial. Pria tersebut menggunakan penampilan perempuan untuk menjalankan profesinya, dan banyak korban yang tertipu, termasuk wanita dan pria.
D mengenakan hijab dan berperilaku seperti wanita Muslimah untuk menyembunyikan identitas aslinya. Kejadian ini pertama kali diangkat oleh akun Instagram @nasikrawumataram yang mengungkap praktik penyamaran ini kepada publik. Dari pengakuan beberapa korban, D sering memegang dan membantu kliennya secara intim meskipun bukan mahram, yang jelas menjadi pelanggaran batas agama dan sosial.
Korban Wanita yang Tertipu
Seorang wanita yang menjadi pengantin mengaku sangat terpukul karena awalnya dia percaya D adalah seorang perempuan. Dia memilih jasa MUA ini karena ingin menjaga batasan dengan lawan jenis. Namun, ternyata D adalah pria. Wanita tersebut mengungkapkan bahwa saat riasan dan pemasangan busana dilakukan, D memegang tubuhnya, yang membuatnya merasa sangat tidak nyaman ketika mengetahui kebenarannya.
Testimoni lain datang dari seorang mahasiswi yang menggunakan jasa MUA ini untuk riasan wisuda. Dia sampai harus berganti baju di depan D dengan asumsi bahwa D adalah sesama perempuan. Penipuan identitas ini membuat banyak wanita merasa dirugikan dan terkena dampak psikologis karena telah melanggar norma agama dan budaya.
Korban Pria yang Juga Jadi Korban
Yang mengejutkan, korban penyamaran ini tidak hanya berasal dari kalangan perempuan. Seorang pria menceritakan pengalamannya dekat dengan D saat pandemi COVID-19. Pria tersebut mengaku sempat jatuh hati dan serius ingin melamar D. Namun, ia akhirnya tahu bahwa D adalah laki-laki. Kejadian itu membuat pria tersebut merasa sedih, malu, dan kecewa.
Teman korban pria juga menyebutkan bahwa temannya sampai jatuh sakit akibat terkejut dan trauma setelah mengetahui kebenaran identitas D. Ketika disuruh membuka hijab, terlihat janggut dan jakun yang jelas menandakan D adalah pria. Hal ini semakin menguatkan bahwa penyamaran tersebut sangat detail dan menyesatkan.
Reaksi Publik dan Pihak Berwenang
Kasus ini menarik perhatian masyarakat Lombok dan memicu keprihatinan. Akun Instagram yang mengungkap kasus ini menyebut bahwa tindakan D sangat berbahaya bagi umat Muslim dan masyarakat umum. Mereka menilai D telah menista agama dengan berpakaian muslimah dan melakukan salat menggunakan mukena sembari menyembunyikan identitas pria.
Kontak pun telah dilakukan ke MUI Pusat untuk menindaklanjuti kasus ini. MUI diharapkan dapat memberikan klarifikasi dan sanksi sesuai aturan agama terhadap tindakan penyamaran yang meresahkan masyarakat ini.
Fakta Penting dalam Kasus D
- D menyamar sebagai wanita berhijab dan bertindak sebagai MUA.
- Banyak korban wanita tidak mengetahui D adalah pria.
- D sering melakukan kontak fisik yang melanggar batasan mahram.
- Korban pria juga ada, pernah berniat serius melamar D.
- Penyamarannya sangat meyakinkan, termasuk salat menggunakan mukena.
- Kasus ini memicu keprihatinan agama dan sosial di Lombok.
- Laporan telah dikirimkan ke MUI Pusat untuk tindak lanjut.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dalam memilih jasa, terutama yang berkaitan dengan layanan yang membutuhkan kepercayaan dan interaksi fisik. Masyarakat diimbau lebih teliti dan mempertimbangkan aspek agama dan sosial saat menyerahkan kepercayaan kepada orang lain.
Selain itu, publik juga menyoroti perlunya pengawasan yang ketat terhadap profesi MUA dan penyamaran identitas untuk menghindari kasus serupa di masa depan. Penyamaran ini bukan hanya menimbulkan kerugian psikis tetapi juga menimbulkan keresahan sosial dan agama yang mendalam di masyarakat Lombok.





