Nanik S Deyang Dipanggil Prabowo ke Istana Bahas Becak Listrik hingga MBG
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) sekaligus Presiden Becak Listrik Indonesia, Nanik S Deyang, hadir di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 20 November 2025. Ia dipanggil oleh Presiden Joko Widodo Prabowo Subianto untuk membahas penyaluran becak listrik bagi lansia sebagai bagian dari program unggulan pemerintah.
Nanik tiba di Istana pada pukul 14.12 WIB dan langsung memberikan penjelasan singkat kepada awak media. Ia menjelaskan bahwa pertemuan tersebut berfokus pada pengembangan becak listrik, terutama kaitannya dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini tengah digalakkan oleh pemerintah.
Pembahasan Becak Listrik dan Program MBG
Dalam kesempatan tersebut, Nanik menyatakan bahwa becak listrik memang menjadi salah satu fokus utama diskusi dengan Presiden Prabowo. Namun, ia belum bisa memastikan apakah moda transportasi tersebut akan langsung masuk dalam mekanisme distribusi makanan bergizi melalui program MBG.
“Ya, ada MBG lah,” ujar Nanik singkat saat ditanya awak media. Selain itu, ia juga menyampaikan perkembangan terbaru terkait pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), di mana jumlah unit yang telah berdiri sudah mencapai 14.320 sampai sore hari tersebut.
Inisiatif Presiden Prabowo untuk Becak Listrik
Presiden Prabowo Subianto sendiri secara tegas menyatakan dukungannya terhadap penggunaan becak listrik di seluruh Indonesia. Pada pidato peluncuran penggunaan teknologi smartboard di sekolah SMPN 4 Bekasi, Jawa Barat, pada Senin lalu, Prabowo mengumumkan rencana agar seluruh becak di nusantara beralih ke motor listrik untuk meningkatkan efisiensi dan ramah lingkungan.
Selain mencanangkan motor listrik, Prabowo juga mengingatkan agar pengemudi becak berusia di atas 70 tahun tidak lagi mengayuh becak secara manual. Kepala negara meminta menteri terkait untuk segera merancang program nyata demi mewujudkan hal itu.
Distribusi Becak Listrik oleh Yayasan GSN
Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), yang didirikan oleh Presiden Prabowo, telah menyalurkan sebanyak 60 unit becak listrik kepada para tukang becak di wilayah Jawa Timur. Pembagian ini dilakukan secara bertahap dan di pusatkan di Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun.
Menurut Nanik S Deyang, penyerahan becak listrik tersebut merupakan donasi pribadi dari Presiden Prabowo. Program ini akan dilanjutkan secara berkelanjutan, tidak hanya di Pulau Jawa, tetapi juga ke luar Jawa.
Jumlah Becak Listrik dan Target Distribusi
Pada tahun 2024, sebelum Prabowo resmi menjabat sebagai Presiden, sebanyak 446 unit becak listrik sudah disalurkan ke berbagai daerah. Penyaluran ini menggunakan dana pribadi Prabowo dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan tukang becak lansia.
Becak listrik ditujukan untuk tukang becak usia 60 tahun ke atas agar mereka dapat mencari nafkah tanpa harus mengayuh secara manual. Penarik becak penerima bantuan berasal dari berbagai daerah seperti Mojokerto, Nganjuk, dan Bojonegoro.
Prabowo berharap, mulai 2026 atau tahun-tahun berikutnya jumlah penerima becak listrik akan semakin banyak. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mendukung ekonomi dan mobilitas warga lansia secara lebih layak.
Peran Becak Listrik dalam Mendukung MBG
Program MBG sendiri telah memberikan manfaat luas, dengan data Kementerian Keuangan mencatat lebih dari 40 juta jiwa penerima manfaat. Kehadiran becak listrik dapat mendukung distribusi pangan bergizi ke masyarakat, terutama kelompok rentan seperti lansia.
Nanik S Deyang juga menyatakan bahwa upaya ini bukan semata kegiatan simbolik, tetapi langkah nyata dalam membangun ekosistem gizi yang lebih baik dan transportasi ramah lingkungan. Pembangunan SPPG dan penyaluran becak listrik merupakan bagian dari target besar pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup rakyat.
Dengan langkah kolaboratif antara badan pemerintah dan inisiatif pribadi Presiden Prabowo, diharapkan program becak listrik serta MBG dapat berdampak positif secara berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.





