Misteri Diare Massal di Hostel Canggu: 6 Turis Asing Sakit, 1 Meninggal Dunia

Enam turis asing yang menginap di Clandestino Hostel, Canggu, Bali, mengalami diare massal pada 2 September 2025. Insiden ini menimbulkan keprihatinan setelah satu turis asal China, Deqingzhuoga (25), meninggal dunia secara mengenaskan.

Kejadian ini langsung menjadi perhatian Kepolisian Resor Badung yang menyelidiki penyebabnya secara mendalam. Polisi memastikan kematian bukan akibat keracunan bahan kimia atau fumigasi, melainkan diare akut yang menyebabkan dehidrasi parah.

Identitas Korban dan Kondisi Para Turis

Korban meninggal dunia merupakan warga negara China bernama Deqingzhuoga, berusia 25 tahun. Selain korban meninggal, lima tamu lainnya juga jatuh sakit dengan gejala serupa.

Mereka terdiri atas Mingmin Lei (37) dari China, Melanie Irene (22), dan Alisa Kokonozi (22) dari Jerman. Selain itu, terdapat tiga tamu lain dari kamar berbeda, yaitu Alahmadi Yousef Mohammed (26) asal Arab Saudi, Cana Clifford Jay (27) dari Filipina, serta Zhou Shanshan (29) dari China.

Gejala dan Perjalanan Penyakit Korban

Deqingzhuoga mengeluhkan sakit kepala, nyeri punggung, dan lemas sejak malam sebelum ditemukan meninggal. Korban sempat muntah dan menolak makan yang ditawarkan oleh staf hostel.

Meskipun mengalami kondisi serius, korban sempat ragu untuk berobat karena kekhawatiran biaya. Baru pada dini hari, seorang karyawan membawa korban ke klinik terdekat. Dokter memberikan penanganan awal dan resep obat, tetapi korban tidak mendapat perawatan lebih lanjut karena keterbatasan biaya.

Hasil Pemeriksaan dan Otopsi

Polisi mengirimkan sampel muntahan korban ke Laboratorium Forensik Denpasar untuk dilakukan pemeriksaan. Hasilnya tidak ditemukan zat berbahaya seperti pestisida, narkoba, sianida, atau logam berat.

Otopsi yang dilakukan RSUP Prof. Ngoerah juga tidak menemukan tanda kekerasan fisik. Temuan utama adalah adanya iritasi pada saluran pencernaan yang konsisten dengan gejala diare akut.

Kasubsi Penmas Seksi Humas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, mengatakan, “Sebab pasti kematian tidak dapat ditentukan, tetapi adanya iritasi saluran pencernaan yang menyebabkan diare hingga kekurangan cairan dan elektrolit tidak dapat dikesampingkan sebagai penyebab kematian.”

Penanganan Medis dan Kondisi Korban Lain

Selain korban meninggal, lima tamu dengan gejala diare serupa juga mendapatkan penanganan medis. Beberapa dari mereka langsung dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami penurunan kondisi.

Lokasi ditemukannya korban menyimpan sejumlah obat seperti paracetamol dan amoxicillin yang diduga milik Deqingzhuoga. Pihak kepolisian menegaskan kematian korban terkait dengan kondisi kesehatannya, bukan tindak kriminal.

Penyelidikan Lanjutan

Meski hasil penyidikan awal menunjukkan penyebab kematian bukan keracunan atau kejadian kriminal, polisi tetap melanjutkan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti dari diare massal ini.

Kasus ini menjadi perhatian khusus mengingat potensi risiko kesehatan wisatawan di Bali. Pengelola hostel dan otoritas setempat diharapkan meningkatkan standar kebersihan dan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit infeksi.

Kasus diare massal yang berdampak fatal ini menjadi peringatan penting bagi para wisatawan asing untuk selalu menjaga kesehatan selama berlibur. Pemerintah dan instansi kesehatan diminta untuk menyiapkan protokol penanganan darurat agar insiden serupa tidak terulang.

Baca selengkapnya di: www.suara.com

Berita Terkait

Back to top button