Mendagri Dorong Karang Taruna Jadi Motor Perubahan dan Pembangunan Desa Masa Kini

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mendorong Karang Taruna menjadi motor penggerak perubahan di desa. Ia menilai pemuda melalui Karang Taruna berperan penting untuk mengoptimalkan Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) dalam meningkatkan kualitas kehidupan warga desa.

Menurut Mendagri, selama ini perubahan di desa banyak digerakkan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) serta Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Namun, peran pemuda melalui Karang Taruna dianggap strategis untuk memberikan dorongan lebih kuat dalam pembangunan desa.

Potensi Pemuda dan Bonus Demografi

Indonesia tengah mengalami bonus demografi dengan dominasi penduduk usia produktif. Hal ini menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan untuk memajukan desa. Mendagri menegaskan bahwa pemuda adalah agen perubahan utama yang mampu mendorong kemajuan desa secara signifikan.

Tren urbanisasi yang terjadi di berbagai negara menunjukkan perpindahan penduduk dari desa ke kota semakin tinggi. Karang Taruna dapat menjadi penahan laju urbanisasi tersebut dengan menggerakkan program-program produktif yang membuat desa lebih mandiri dan menarik bagi generasi muda.

Dukungan Program Pemerintah untuk Desa

Mendagri menyoroti program-program pemerintah seperti Koperasi Desa Merah Putih yang masuk dalam agenda Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan memperkuat perekonomian desa dan mengurangi ketergantungan pada kota. Karang Taruna diharapkan mendukung dan mengawal pelaksanaan program tersebut agar bisa berjalan dengan baik di tingkat desa.

Karang Taruna juga diimbau untuk memperkuat koordinasi dengan berbagai kementerian, terutama Kementerian Dalam Negeri, dalam rangka menyukseskan program-program pembangunan desa. Sinergi ini dirasa penting untuk mencapai target pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Penguatan Tata Kelola Organisasi

Mendagri menekankan pentingnya penguatan tata kelola organisasi Karang Taruna. Salah satu aspek yang perlu diperkuat adalah pemahaman dan penghargaan terhadap nilai-nilai historis. Tujuannya agar anggota Karang Taruna lebih mencintai organisasi dan termotivasi untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan.

Peningkatan kualitas manajemen organisasi diharapkan dapat menunjang keberhasilan Karang Taruna dalam menjalankan tugas sosial dan pemberdayaan masyarakat. Dengan organisasi yang baik, Karang Taruna lebih mudah beradaptasi serta merespons kebutuhan dan tantangan desa.

Partisipasi Aktif Pemuda dalam Pembangunan Desa

Karang Taruna memiliki potensi besar dalam menggerakkan pemuda agar lebih aktif berperan dalam pembangunan desa. Kegiatan sosial, ekonomi, dan budaya yang digagas dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempererat solidaritas antarwarga.

Mendagri menyatakan kesiapannya bersama jajaran Kemendagri di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota untuk mendukung penuh peran Karang Taruna. Dukungan ini diharapkan menjadi motivasi tambahan agar organisasi pemuda ini mampu menjalankan perannya sebagai agen perubahan desa dengan efektif.

Momentum Pengukuhan dan Rakernas Karang Taruna

Acara Pengukuhan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pengurus Nasional Karang Taruna masa bakti 2025–2030 menjadi momentum penting untuk memperkuat peran organisasi. Kegiatan yang berlangsung di Sutera Hall, Alam Sutera, Kota Tangerang, dihadiri oleh tokoh nasional dan pejabat penting seperti Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono.

Rakernas ini pun menjadi wadah strategis untuk membahas program-program kerja ke depan serta mempererat sinergi antara Karang Taruna dengan pemerintah di berbagai tingkatan. Keseriusan pemerintah dalam mendukung peran pemuda melalui Karang Taruna menjadi sinyal positif bagi pembangunan desa yang berkelanjutan.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan penguatan internal, Karang Taruna diharapkan benar-benar mampu bertransformasi menjadi kekuatan utama dalam menggerakkan perubahan di tingkat desa. Partisipasi aktif pemuda di desa dinilai sangat krusial untuk mencapai visi pembangunan nasional yang merata dan inklusif.

Baca selengkapnya di: www.suara.com
Exit mobile version