
Memasuki tahun 2025, kasus penipuan yang mengatasnamakan bantuan sosial (Bansos) kembali marak terjadi. Oknum tidak bertanggung jawab memanfaatkan antusiasme masyarakat untuk mengecek bantuan guna melakukan aksi penipuan.
Para pelaku sering menggunakan nama program populer seperti PKH, BPNT, PIP, dan BLT. Mereka menyebarkan link palsu melalui WhatsApp, Facebook, dan Telegram yang meminta data pribadi seperti NIK, nomor KK, serta nomor rekening bank.
Modus Penipuan Bansos yang Sering Terjadi
-
Link Palsu Cek Bansos
Penipu mengirimkan tautan ke situs tiruan yang menyerupai halaman resmi. Korban diminta mengisi data pribadi lengkap, yang kemudian disalahgunakan oleh pelaku. -
Pemberitahuan Pencairan Dana Mendadak
Pesan palsu memberi tahu bahwa bantuan sudah cair, lalu mengarahkan korban untuk konfirmasi melalui nomor telepon atau link tertentu. -
Permintaan Transfer untuk Aktivasi Dana
Pelaku mengaku bantuan harus diaktifkan dengan transfer sejumlah uang sebagai biaya administrasi. Padahal, semua bantuan sosial resmi tidak memungut biaya apapun. - Akun Media Sosial Palsu
Penipu membuat akun yang mirip dengan akun resmi kementerian atau dinas sosial untuk meyakinkan masyarakat bahwa informasi mereka asli.
Cara Mencegah Terjerat Penipuan Bansos 2025
- Pastikan selalu menggunakan situs resmi pemerintah seperti cekbansos.kemensos.go.id untuk mengecek status bantuan.
- Abaikan dan jangan berikan data pribadi seperti NIK, KK, atau foto KTP kepada pihak yang tidak jelas identitasnya.
- Perhatikan akun media sosial resmi yang biasanya memiliki tanda centang verifikasi dan tertaut ke situs pemerintah.
- Jangan klik link yang mencurigakan atau menggunakan domain aneh seperti .xyz, .click, atau .site.
- Laporkan segera bila menemukan link atau akun penipuan melalui layanan resmi pemerintah atau aplikasi cybercrime polisi.
Mengapa Penipuan Bansos Mudah Menyasar Masyarakat?
Bantuan sosial menjadi perhatian bagi masyarakat terutama yang menunggu pencairan dana. Penipu memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat tentang prosedur resmi cek bantuan sosial. Kurangnya edukasi dan informasi yang tepat membuat banyak orang mudah tergoda klik tautan palsu.
Pemerintah dan lembaga terkait terus mengimbau pentingnya kewaspadaan melalui edukasi dan sosialisasi resmi. Tujuannya untuk menekan angka penipuan yang kerap menimpa penerima Bansos.
Masyarakat diharapkan selalu waspada dan teliti dalam menerima informasi terkait bantuan sosial. Melalui tindakan pencegahan sederhana tersebut, data pribadi Anda dapat terlindungi dari penyalahgunaan dan risiko kerugian lebih lanjut dapat dihindari.





