Ole Romeny, pemain Timnas Indonesia, memberikan pengakuan mengejutkan mengenai atmosfer di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK). Ia menilai suasana di stadion tersebut tiga kali lebih panas dibandingkan markas Feyenoord, De Kuip, yang terkenal dengan dukungan suporter yang luar biasa.
Menurut pemain berusia 24 tahun ini, pengalaman bertanding di GBK benar-benar berbeda dan menggetarkan. Ia bahkan merasakan getaran nyata saat berhasil mencetak gol ke gawang Bahrain dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Atmosfer Stadion GBK Lebih Hebat dari Markas Feyenoord
De Kuip selama ini identik sebagai stadion dengan atmosfer yang begitu intens, khususnya saat laga Feyenoord atau tim nasional Belanda. Namun, Ole Romeny mengungkapkan Stadion GBK menghadirkan pengalaman yang jauh lebih “panas” dan penuh semangat. Ia menyebutkan bahwa antusiasme dan dukungan dari para suporter Indonesia membuat stadion seakan bergetar tiga kali lipat dari De Kuip.
Ole Romeny berkata, “Pertandingan internasional pertama di Indonesia itu aneh, dalam arti luar biasa. Atmosfernya seperti De Kuip dikali tiga.” Pernyataan ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh penonton lokal dalam membangun suasana pertandingan yang mengentak dan mendukung pemain.
Pengalaman Mencetak Gol di Stadion GBK
Tidak hanya sekadar suasana, Ole Romeny juga mengisahkan momen emosional ketika mencetak gol untuk Timnas Indonesia melawan Bahrain. Gol tersebut menjadi pengalaman berkesan karena Stadion GBK benar-benar bergetar oleh sorak sorai penonton. Perasaan ini memberikan daya semangat tambahan bagi Romeny dan rekan-rekannya dalam kompetisi bergengsi.
Awal Mula Bergabung dengan Timnas Indonesia
Ole Romeny juga berbagi cerita tentang latar belakangnya yang awalnya tidak mengetahui adanya keturunan Indonesia dalam dirinya. Ia baru menyadari hal itu setelah membaca berita yang mengatakan bahwa dirinya bisa bermain untuk Timnas Indonesia.
Selang waktu kemudian, PSSI menghubungi Ole secara resmi untuk membicarakan kemungkinan bergabung dengan Timnas Indonesia. Ia mengaku cukup terkejut dan mengaku tidak menyangka memenuhi syarat tersebut. Ole menyatakan, "Awalnya saya membaca berita bahwa saya bisa bermain untuk Indonesia. Setelah itu, PSSI menelepon saya. Jujur saja, saya bahkan tidak tahu kalau saya memenuhi syarat."
Faktor Pendukung Atmosfer Stadion GBK yang Menggetarkan
- Jumlah suporter yang memadati stadion mencapai puluhan ribu orang.
- Suporter Indonesia dikenal sangat fanatik dan berdedikasi tinggi.
- Suasana penuh dengan yel-yel, nyanyian, dan koreografi berwarna-warni.
- Komunikasi langsung antara pemain dan suporter sangat terasa.
- Event internasional memberikan atmosfir yang berbeda dari pertandingan biasa.
Keberadaan suporter yang intens dan penuh semangat menambah tekanan sekaligus motivasi bagi para pemain Timnas Indonesia. Hal ini menjadi bukti bahwa Stadion GBK bukan hanya sebuah arena, melainkan sebuah sumber kekuatan yang nyata bagi skuad Garuda.
Ole Romeny yang baru saja bergabung mampu menyerap energi dari atmosfer tersebut dan menjadikannya amunisi dalam setiap pertandingan. Pengalaman yang dirasakannya di Stadion GBK akan menjadi modal penting untuk karier sepak bolanya di level internasional dan untuk membangun prestasi Timnas Indonesia selanjutnya.
Baca selengkapnya di: www.suara.com




