Paruh musim Liga Premier 2025/2026 menampilkan sejumlah transfer mahal yang mengecewakan. Pemain-pemain dengan harga fantastis justru belum mampu memberikan kontribusi maksimal bagi klubnya.
Alexander Isak menjadi rekrutan termahal Liverpool dengan biaya mencapai 175,5 juta dolar AS. Namun, penyerang asal Swedia itu hanya mencetak dua gol sebelum cedera patah tulang fibula yang membuatnya absen hingga Maret. Adaptasi yang sulit dan masalah kebugaran menjadi hambatan utama penampilannya.
Manchester United menggantungkan harapan pada Benjamin Sesko setelah membayar 99 juta dolar AS. Striker asal Slovenia ini hanya mampu memasukkan dua gol dalam 15 pertandingan, jauh dari catatan impresifnya bersama RB Leipzig dan RB Salzburg. Legenda MU, Paul Scholes, bahkan mengkritik Sesko karena kurang pengalaman.
Arsenal mendatangkan Viktor Gyokeres dengan harapan tinggi usai torehan 54 gol dalam 52 laga bersama Sporting CP. Namun, catatan lima gol dalam 17 pertandingan Liga Premier membuat posisinya terancam, terutama setelah Gabriel Jesus dan Kai Havertz kembali dari cedera.
Liverpool juga melepas dana besar untuk Florian Wirtz seharga 170 juta dolar AS. Gelandang Jerman ini baru mencatatkan satu gol dan satu assist dalam 18 laga liga. Mantan pelatih Arsenal Arsene Wenger menyebut ketidakkonsistenan Liverpool terkait upaya menyesuaikan strategi demi Wirtz.
Tottenham Hotspur merekrut Xavi Simons dari RB Leipzig dengan biaya hampir 60 juta dolar AS. Walau sempat menunjukkan aksi cemerlang, performa Simons belum stabil dengan hanya satu gol dan dua assist dari 14 pertandingan Liga Premier. Masalah fisik turut menghambat kontribusinya.
Chelsea mengeluarkan 40 juta dolar AS untuk Liam Delap yang sejauh ini belum mencetak gol maupun assist dalam 10 penampilan Liga Premier. Kondisi ini membuatnya semakin sulit merebut tempat utama di lini serang The Blues.
Manchester City memboyong Rayan Aït-Nouri seharga 42,2 juta dolar AS untuk mengisi bek kiri. Namun pemain muda itu hanya tampil tiga kali dan kalah bersaing dengan Nico O’Reilly, yang menunjukkan performa lebih baik dalam skema Pep Guardiola.
Newcastle United berharap banyak pada Anthony Elanga dengan biaya transfer mencapai 75 juta dolar AS. Kecepatan Elanga memang menonjol, tetapi efektivitasnya belum maksimal sehingga ia lebih sering digantikan oleh Jacob Murphy.
Chelsea kembali membeli pemain mahal dengan mendatangkan Jamie Bynoe-Gittens dari Borussia Dortmund senilai 70 juta dolar AS. Pemain berusia 21 tahun ini sulit mendapatkan waktu bermain, hanya mencetak satu gol di Piala Liga tanpa kontribusi signifikan di Liga Premier.
Wolves mengontrak permanen Jørgen Strand Larsen usai masa peminjaman yang sukses, seharga 32 juta dolar AS. Namun, striker Norwegia ini justru mengalami penurunan performa drastis dengan hanya satu gol dari 17 pertandingan, sehingga klub kini terseok di dasar klasemen.
Fenomena pemain mahal yang gagal bersinar di Liga Premier menunjukkan bahwa harga tinggi tidak menjamin keberhasilan di kompetisi paling kompetitif ini. Paruh kedua musim 2025/2026 menjadi momen penting bagi para pemain tersebut untuk membuktikan kualitas dan mengembalikan kepercayaan klub serta suporter.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com




