Advertisement

Debut Faza dan Aisyah di Level Elite Dunia Jadi Ujian Terberat di Malaysia Open

Malaysia Open 2026 menjadi momen penting bagi pasangan ganda campuran Indonesia, Marwan Faza dan Aisyah Salsabila Putri Pranata. Turnamen Super 1000 ini adalah ajang debut mereka di level tertinggi, sekaligus ujian sesungguhnya untuk mengukur kesiapan mereka bersaing di kancah bulu tangkis dunia.

Sebagai debutan, Faza dan Aisyah menyambut tantangan ini dengan semangat tinggi. Faza mengungkapkan kegembiraannya atas kepercayaan yang diberikan untuk tampil di ajang sekelas Super 1000. “Saya sangat bersemangat menyambut debut di Malaysia Open,” ujarnya sebagaimana dikutip dari PBSI pada 5 Januari 2026.

Aisyah pun merasakan hal yang sama, menilai kesempatan ini sebagai realisasi mimpi mereka. Pasangan yang kini menduduki peringkat 22 dunia itu bertekad menampilkan performa terbaik sejak pertandingan pertama. “Kami harus siap dari awal supaya bisa beradaptasi dengan atmosfer pertandingan besar,” katanya.

Fokus utama persiapan mereka adalah penguatan mental. Faza menekankan pentingnya kepercayaan diri terhadap kemampuan diri sendiri dan pasangan. Pelatih pun memberikan keyakinan bahwa mereka mampu bersaing di level ini, sehingga hal itu harus mereka buktikan di lapangan.

Sepanjang tahun 2025, Faza dan Aisyah mengalami pasang surut performa. Mereka berhasil meraih empat gelar Super 100 dalam berbagai turnamen di Indonesia, Vietnam, Guwahati, dan Odisha. Namun, ada pula periode sulit yang menyebabkan mereka kehilangan kepercayaan diri dan memutuskan berhenti bertanding selama tiga bulan untuk memulihkan kondisi.

Penurunan level ke Super 100 justru menjadi titik balik dalam kebangkitan mereka. Faza menuturkan bahwa gelar-gelar yang diraih di Super 100 berkontribusi besar dalam membangun kembali kepercayaan diri mereka. Strategi ini menjadi pijakan penting yang membawa mereka ke panggung Malaysia Open 2026.

Dalam turnamen yang digelar pada 6-11 Januari di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Faza-Aisyah memiliki ambisi realistis untuk memberi kejutan. Mereka ingin mengalahkan pemain unggulan dengan tetap menjaga kualitas permainan. Dengan hadiah total sebesar 1.450.000 dolar AS, turnamen ini menjadi ajang penting bagi tim Indonesia yang menurunkan sembilan wakil dari berbagai sektor.

Selain Faza dan Aisyah, Indonesia juga mengandalkan pemain lain seperti Jonatan Christie dan Alwi Farhan di tunggal putra, serta Putri Kusuma Wardani di tunggal putri. Di sektor ganda putra, ada Fajar Alfian-Muhammad Shohibul Fikri, Sabar Karyaman-Moh Reza Pahlevi, dan Raymond Indra-Nikolaus Joaquin. Ganda putri diisi oleh Febriana Dwipuji Kusuma dan Meilysa Trias Puspitasari. Di ganda campuran, selain Faza dan Aisyah, ada Jafar Hidayatullah dan Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu.

Malaysia Open 2026 tidak hanya menjadi ajang pembuka musim, tetapi juga tolok ukur kesiapan pemain muda Indonesia menghadapi persaingan elite dunia. Debut Faza dan Aisyah di level ini menjadi sorotan karena menandai langkah penting dalam perjalanan karier mereka. Keberhasilan mereka tampil maksimal akan menjadi indikator potensi pasangan muda Indonesia di dunia bulu tangkis internasional ke depan.

Berita Terkait

Back to top button