Bernardo Tavares memulai tugasnya sebagai pelatih kepala Persebaya Surabaya dengan memimpin latihan perdana pada Selasa sore, 6 Januari 2026. Sesi latihan berlangsung di Lapangan ABC, kompleks Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), menjadi momen pertama bagi Tavares untuk mengenal para pemain lebih dekat.
Pada latihan awal ini, Bernardo belum menerapkan strategi khusus. Ia fokus menganalisis kondisi dan karakteristik tiap pemain secara menyeluruh. “Saya ingin melihat bukan hanya performa mereka saat pertandingan, tapi juga bagaimana mereka berlatih,” ujarnya.
Pendekatan tersebut penting guna membangun kekuatan tim yang solid. Bernardo menekankan bahwa sepak bola adalah permainan kolektif, sehingga kontribusi individu harus selaras dalam kerja sama tim. Dia mengamati aktivitas latihan untuk menangkap aspek-aspek karakter pemain yang mungkin tidak terlihat saat pertandingan.
Pelatih asal Portugal ini mengakui hasil positif dalam dua kemenangan beruntun Persebaya sebelumnya. Namun, ia mengingatkan agar pemain tidak cepat terlena dan tetap rendah hati. Tantangan besar sudah menunggu di depan mata.
Persebaya dijadwalkan menghadapi Malut United pada Sabtu, 10 Januari 2026, di Stadion GBT. Bernardo menilai Malut United sebagai tim yang kuat dan memerlukan persiapan matang dari Persebaya. “Kemenangan penting, tapi fokus kami harus tertuju pada laga berikutnya melawan Malut United,” katanya tegas.
Berikut ini beberapa poin penting terkait latihan perdana Persebaya di bawah asuhan Bernardo Tavares:
1. Fokus utama adalah analisis menyeluruh terhadap karakter dan kondisi pemain.
2. Belum ada pengenalan strategi khusus pada sesi pertama latihan.
3. Sepak bola dilihat sebagai kerja kolektif, penting untuk menciptakan sinergi tim.
4. Tim harus tetap rendah hati meski meraih dua kemenangan beruntun.
5. Persiapan akan difokuskan untuk menghadapi Malut United tanggal 10 Januari.
Bernardo Tavares menunjukkan pendekatan yang hati-hati namun sistematis dalam membangun Persebaya. Langkah awal ini menjadi modal penting sebelum menghadapi kompetisi yang lebih berat di Liga 1 musim ini. Penekanannya pada pengamatan dan pemahaman pemain diharapkan mampu memaksimalkan potensi tim untuk menembus persaingan ketat.
Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com