Advertisement

Jonathan David Akhiri Puasa Gol di Serie A, Berterima Kasih pada Dukungan Rekan Juventus Lawan Sassuolo

Jonathan David akhirnya mengakhiri puasa golnya di Serie A dengan mencetak gol dalam kemenangan Juventus 3-0 atas Sassuolo pada Rabu dini hari WIB, 7 Januari 2024. Gol tersebut bukan hanya mengakhiri paceklik, tapi juga menjadi momen emosional penting bagi penyerang asal Kanada itu setelah tekanan akibat kegagalan eksekusi penalti sebelumnya.

Juventus memang tengah membutuhkan hasil positif setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Lecce di laga sebelumnya. Dalam pertandingan tersebut, kegagalan David mengeksekusi penalti secara gaya panenka menuai kritikan tajam dari publik dan media. Kondisi itu menghasilkan tekanan psikologis bagi pemain berusia 24 tahun tersebut.

Dominasi Juventus di Mapei Stadium

Pada laga kontra Sassuolo di Mapei Stadium, Juventus tampil sangat dominan sejak menit awal. Keberuntungan menyertai mereka saat umpan silang Pierre Kalulu berujung gol bunuh diri bek Sassuolo, Tarik Muharemovic. Gol awal ini membuka jalan bagi kemenangan telak Juventus tanpa balas.

Gol Fabio Miretti menambah keunggulan Juventus sebelum akhirnya Jonathan David mencetak gol penutup. Gol David sekaligus mengukuhkan kemenangan meyakinkan tim tamu dan menunjukkan titik balik bagi performanya yang sempat menurun.

Dukungan Rekan Setim dan Pelatih

Saat David berhasil mencetak gol setelah 16 pertandingan tanpa gol, seluruh pemain Juventus langsung berlari merayakannya bersama. Pelatih Luciano Spalletti dan para pemain cadangan juga ikut merayakan bersama sang pemain. Momen tersebut dianggap David sebagai sebuah bentuk dukungan luar biasa dari timnya.

"Saya melihat semua orang ada di sana. Itu momen yang indah. Semua di sini sangat mendukung saya dan tim," ucap David dalam wawancara dengan DAZN Italia. Dia menghargai solidaritas ini sebagai tanda positif yang memperkuat kepercayaan dirinya.

Menghadapi Tekanan Penalti

David mengungkapkan perasaannya terkait kegagalan penalti yang sempat membebani mentalnya. Dia menegaskan kegagalan tersebut bukan karena hilang rasa percaya diri, melainkan bagian risiko yang harus dihadapi oleh eksekutor tendangan penalti.

"Kegagalan itu terasa seperti kalah, meskipun hasil akhirnya imbang. Hal yang paling menyakitkan adalah bukan hanya penalti gagal, tapi bukan menang yang kami dapat," ujar David. Namun, dia juga menambahkan bahwa mentalnya tetap fokus untuk menyambut laga berikutnya dengan segar.

Implikasi Kemenangan bagi Juventus

Kemenangan atas Sassuolo menjaga posisi Juventus di peringkat keempat klasemen Serie A, sejajar dengan AS Roma. Namun, persaingan menuju zona Liga Champions musim ini masih sangat ketat. Tim-tim seperti Como yang hanya tertinggal tiga poin dengan satu laga tunda masih menjadi ancaman serius bagi Bianconeri.

Berikut rangkuman penting dari pertandingan dan performa Jonathan David:

  1. Gol Jonathan David mengakhiri puasa gol selama 16 pertandingan di Serie A.
  2. Juventus tampil dominan dan menang 3-0 atas Sassuolo dengan gol bunuh diri Muharemovic dan kontribusi Fabio Miretti.
  3. Dukungan kuat dari rekan setim dan pelatih sangat dirasakan David dalam momen krusial ini.
  4. David mengakui kegagalan penalti sebagai bagian risiko, bukan karena hilang rasa percaya diri.
  5. Juventus tetap berada di posisi keempat dan berjuang untuk tiket Liga Champions yang sangat kompetitif.

Perayaan gol Jonathan David tidak hanya soal angka di papan skor tetapi juga menunjukkan kekuatan mental dan solidaritas sebuah tim besar dalam menghadapi tekanan. Juventus kini berambisi memaksimalkan momentum ini untuk terus mengejar target utama mereka di Serie A musim ini.

Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button