Turnamen India Open 2026 resmi dimulai pada 13 Januari 2026 di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi. Event berlevel Super 750 ini menjadi salah satu ajang penting di kalender bulutangkis dunia yang juga menjadi persiapan menuju Kejuaraan Dunia 2026 di lokasi yang sama.
Indonesia mengirimkan empat wakilnya untuk bertanding di ajang bergengsi ini. Selain menghadapi lawan-lawan kuat dari berbagai negara, para pebulutangkis Tanah Air juga harus beradaptasi dengan sejumlah tantangan khusus yang tidak kalah penting. Kondisi lingkungan dan arena di New Delhi menjadi perhatian utama para atlet Indonesia.
Adaptasi Cuaca dan Kondisi Lapangan
Tunggal putri andalan Indonesia, Putri Kusuma Wardani, mengaku harus menyesuaikan diri dengan udara yang dingin dan kering khas New Delhi. Menurut Putri, kondisi ini tidak hanya terjadi di luar stadion, tapi juga di dalam arena tempat bertanding. Ia bahkan mengatakan perlu melakukan pemanasan ekstra agar tubuh siap menghadapi pertandingan.
Selain itu, Putri mencatat kondisi arena masih harus mengalami perbaikan. Permukaannya terasa kotor dan berdebu saat latihan berlangsung. Kondisi ini berpotensi mempengaruhi performa dan konsentrasi saat bertanding jika tidak segera diperbaiki.
Persiapan Strategi Menghadapi Lawan
Putri akan menghadapi Michelle Li dari Kanada di babak 32 besar. Pertemuan sebelumnya pada semifinal Australian Open 2025 berhasil dimenangkan Putri dalam pertarungan tiga gim dengan skor 17-21, 21-16, dan 21-18. Namun, ia menyadari pertandingan kali ini akan jauh lebih menantang karena perbedaan kondisi lapangan.
Ia pun menyiapkan strategi khusus dengan menitikberatkan pada pengendalian bola atas dan persiapan fisik agar tidak mudah lelah dalam pertarungan. "Saya ingin lebih membatasi bola atas dia dan harus siap lebih capek," tegas Putri.
Wakil Indonesia Lainnya dan Modal Kepercayaan Diri
Selain Putri Kusuma Wardani, Indonesia mengirimkan tiga wakil lain. Jonatan Christie di tunggal putra, serta dua pasangan ganda putra dan putri, yaitu Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani dan Lanny Tria Mayasari/Amallia Cahaya Pratiwi.
Jonatan Christie membawa modal positif usai mencapai semifinal Malaysia Open 2026. Ia menyatakan percaya diri menghadapi India Open 2026 dengan persiapan matang dan pengalaman bertanding di berbagai turnamen internasional. Kehadiran para wakil Indonesia dalam jumlah tersebut menunjukkan komitmen serius untuk meraih hasil terbaik meski menghadapi persaingan berat.
Tantangan Non-Teknis yang Tidak Boleh Diremehkan
Selain faktor cuaca dan kondisi lapangan, persiapan logistik dan adaptasi perjalanan juga menjadi tantangan tersendiri. Perbedaan zona waktu dan kualitas fasilitas pendukung seperti akomodasi dan pola makan harus dikelola dengan baik agar performa atlet tetap optimal. Tim pelatih dan official juga memegang peranan penting dalam memastikan semua kebutuhan atlet terpenuhi selama berada di New Delhi.
Dalam konteks persaingan bulutangkis kelas dunia, faktor-faktor eksternal seperti ini sering kali menjadi pembeda antara kemenangan dan kekalahan. Oleh karena itu, selain mengasah teknik dan strategi, pengelolaan aspek non-teknis secara efektif juga menjadi kunci keberhasilan tim Indonesia di India Open 2026.
Para pebulutangkis Indonesia tidak hanya bersiap menghadapi lawan di lapangan, tetapi juga mesti menghadapi tantangan lingkungan dan teknis yang berpotensi memengaruhi performa. Adaptasi cepat dan soliditas tim sangat dibutuhkan agar prestasi tetap terjaga di tengah kondisi yang belum sempurna.
Dengan beragam tantangan tersebut, India Open 2026 menjadi ajang penting untuk menguji kemampuan dan kesiapan atlet Indonesia dalam menghadapi berbagai situasi kompetisi internasional yang semakin kompetitif. Pengalaman berharga di New Delhi ini juga dipandang sebagai langkah strategis menuju target jangka panjang, terutama kejuaraan dunia yang akan berlangsung di lokasi yang sama tahun ini.





