Persija dan Allano Lima Bersatu Lawan Diskriminasi Rasial di Sepak Bola Indonesia

Persija menegaskan sikap tegasnya terhadap aksi rasisme yang dialami pemain mereka, Allano Lima, usai pertandingan melawan Persib pada 11 Januari 2024. Klub ini mengecam keras pelecehan rasial yang muncul di kolom komentar akun Instagram pribadi Allano.

Tindakan tersebut dianggap sebagai penghinaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang harusnya dijunjung tinggi dalam dunia sepak bola, khususnya di Indonesia yang kaya akan keberagaman dan menjunjung persatuan. Persija merasa sangat kecewa karena kejadian serupa terus berulang dan merusak citra olahraga.

Manajer Persija, Ardhi Tjahjoko, menyampaikan dukungan penuh kepada Allano Lima, baik secara moral maupun psikologis. “Persija berdiri sepenuhnya bersama Allano Lima dan memastikan dia tidak sendiri dalam menghadapi tindakan rasis ini,” ujarnya.

Allano Lima sendiri memberikan respon tegas terhadap tindakan rasis yang diterimanya. Ia menyatakan bahwa dirinya bangga dengan identitas dan pencapaian yang diraih selama ini. Menurutnya, rasisme justru membuktikan seberapa jauh ia telah berkembang sejak awal kariernya.

Persija menyerukan kepada seluruh masyarakat sepak bola, termasuk suporter dan pemangku kepentingan, untuk bertindak tegas dan konsisten dalam memberantas segala bentuk rasisme. Klub menekankan bahwa sepak bola harus menjadi ajang yang sportiv, aman, dan saling menghargai, tanpa ruang untuk diskriminasi.

Selain itu, Persija juga mengecam keras ujaran kebencian dan ancaman yang kerap muncul dalam dunia sepak bola Indonesia. Klub menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak hanya mencederai olahraga, tetapi juga merusak sisi kemanusiaan dan martabat bersama.

Persija mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga marwah olahraga dan memperkuat nilai persatuan. Perilaku intoleran dan diskriminatif tidak boleh dibiarkan tumbuh berkembang, karena dampaknya sangat merugikan bagi individu maupun citra sepak bola nasional.

Berikut ini langkah-langkah yang diharapkan Persija serta pihak terkait untuk menanggulangi rasisme:

1. Memberikan sanksi tegas terhadap pelaku rasisme, baik secara offline maupun online.
2. Mengedukasi suporter dan masyarakat tentang bahaya dan dampak negatif rasisme.
3. Meningkatkan pengawasan di stadion untuk mencegah tindakan diskriminatif.
4. Menguatkan kampanye anti-rasisme dalam setiap event dan kompetisi sepak bola.
5. Mendorong seluruh klub turut aktif menyuarakan nilai persatuan dan sportivitas.

Sikap Persija yang konsisten dalam melawan rasisme menjadi contoh penting bagi klub dan komunitas sepak bola lain di Indonesia. Upaya kolektif ini diharapkan mampu menciptakan atmosfer olahraga yang bersih dari diskriminasi dan menghormati hak setiap individu sebagai bagian dari bangsa yang beragam.

Baca selengkapnya di: www.medcom.id
Exit mobile version