Misi John Herdman Jelang Dua Turnamen Terdekat Timnas Indonesia
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, telah menyiapkan strategi khusus menghadapi dua turnamen besar yang akan datang, yaitu Piala AFF 2026 dan Piala Asia 2027. Ia menempatkan misi berbeda untuk tiap ajang demi memaksimalkan perkembangan dan prestasi skuad Garuda.
Piala Asia 2027 menjadi fokus utama Herdman. Ia berkomitmen menurunkan kekuatan terbaik agar Timnas Indonesia dapat mengukir sejarah di level benua. Herdman percaya talenta yang dimiliki saat ini memberi peluang besar untuk meningkatkan level permainan dan meraih prestasi penting dalam turnamen tersebut.
John Herdman menyatakan, “Dengan kumpulan talenta yang kita miliki, saya percaya Piala Asia menghadirkan peluang besar untuk meningkatkan level kita dan menciptakan sejarah baru melalui prestasi kita.” Pernyataan ini mengindikasikan tekad kuatnya menghadapi turnamen yang digelar di bulan Juni 2027 tersebut.
Sedangkan untuk Piala AFF 2026, Herdman memilih pendekatan berbeda. Karena turnamen ini tidak masuk kalender FIFA dan sulit mengakses pemain top yang bermain di luar negeri, ia melihat momen ini sebagai kesempatan eksperimen. Herdman ingin menguji kedalaman skuad dengan melibatkan pemain dari liga domestik dan lapis kedua.
Menurut Herdman, situasi turnamen regional ini mirip dengan pengalamannya saat melatih di CONCACAF Gold Cup. Ia pernah menghadapi keterbatasan pemain bintang karena komitmen klub sehingga harus mengandalkan pemain lokal guna mendapatkan gambaran lebih luas mengenai talenta yang tersedia.
Herdman menjelaskan, “ASEAN Cup akan berbeda. Sulit untuk mendatangkan pemain Tier-1 dan Tier-2 karena komitmen klub mereka. Turnamen ini menjadi kesempatan baik untuk memahami kedalaman talenta Indonesia yang sebenarnya.” Ia menegaskan pentingnya memaksimalkan pilihan pemain yang lebih luas dalam situasi seperti ini.
Tujuan Herdman dalam dua turnamen ini bukan hanya meraih hasil maksimal, tetapi juga membiasakan para pemain, khususnya diaspora, dengan atmosfer dan format pertandingan kompetitif. Banyak dari pemain diaspora baru pertama kali merasakan pengalaman turnamen sesungguhnya, sehingga dua gelaran besar ini menjadi tahap penting dalam pengembangan mereka.
Secara umum, Herdman memandang kedua turnamen ini sebagai bagian integral dari proses pembangunan skuad menuju target jangka panjang. Piala Asia 2027 sebagai panggung untuk unjuk prestasi dan semakin mengangkat kualitas Timnas Indonesia, sementara Piala AFF 2026 sebagai lapangan uji yang strategis untuk meningkatkan kedalaman dan fleksibilitas tim.
Berikut rangkuman misi Herdman pada dua turnamen tersebut:
- Piala Asia 2027: Menurunkan kekuatan terbaik, fokus pada pencapaian prestasi dan peningkatan level skuad.
- Piala AFF 2026: Menjadikan event eksperimen, memanfaatkan pemain lokal dan lapis kedua untuk pengujian talenta dan pengembangan.
Pendekatan berbeda ini menunjukkan pemikiran taktikal Herdman yang melihat peluang jangka panjang daripada hanya mengejar kemenangan sesaat. Dengan pola ini, Herdman berharap mampu memperkuat Timnas Indonesia secara menyeluruh dalam menghadapi berbagai tantangan kompetisi internasional.
Seiring waktu, eksekusi strategi Herdman pada kedua turnamen ini akan menjadi barometer penting dalam menilai kesiapan dan kualitas persiapan Indonesia menuju level sepakbola Asia yang lebih kompetitif. Peluang mengukir sejarah di Piala Asia dan membangun basis pemain yang kuat lewat Piala AFF menjadi target krusial di mata sang pelatih asal Inggris ini.
Baca selengkapnya di: www.suara.com