Pemerintah Amerika Serikat menghentikan penerbitan visa imigran bagi warga dari 75 negara tanpa batas waktu yang jelas. Kebijakan ini mulai berlaku pada 21 Januari 2026 dan ditujukan untuk mengurangi risiko pemohon visa menjadi “public charge” atau bergantung pada bantuan sosial pemerintah AS.
Penangguhan ini berpotensi memengaruhi sejumlah negara peserta Piala Dunia FIFA 2026. Padahal, AS akan menjadi salah satu tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko, sehingga kebijakan visa ini menimbulkan berbagai tantangan logistik dan diplomatik.
Negara-negara yang Terdampak di Piala Dunia
Dari daftar 75 negara yang terkena kebijakan pembekuan visa, ada beberapa yang merupakan peserta tetap Piala Dunia. Negara-negara tersebut memiliki sejarah panjang dan prestasi di ajang sepak bola dunia. Berikut daftar lengkap negara peserta Piala Dunia yang rawan terdampak:
- Brasil
- Nigeria
- Iran
- Maroko
- Uruguay
- Senegal
- Ghana
- Kamerun
- Tunisia
- Mesir
- Pantai Gading (Côte d’Ivoire)
- Serbia
- Rusia
Amerika Serikat melalui Departemen Luar Negeri menyatakan kebijakan ini merupakan bagian dari evaluasi ulang sistem penyaringan visa. Mereka ingin meningkatkan ketat pengawasan agar hanya pemohon yang dianggap layak dan mandiri yang memperoleh visa.
Dampak Luas dari Penangguhan Visa
Selain masalah penyaringan imigran, kebijakan ini meluas ke banyak benua, termasuk Afrika, Asia, Amerika Latin, Timur Tengah, dan Eropa Timur. Hal ini berimbas pada perjalanan dan hubungan bilateral antara AS dan negara-negara tersebut.
Dalam konteks Piala Dunia, pembekuan visa bisa menghambat mobilitas pemain, ofisial, dan penggemar dari negara-negara yang masuk daftar hitam. Ini dapat mengganggu persiapan tim dan menyulitkan koordinasi turnamen internasional di AS.
Menurut Fox News, kebijakan dipicu oleh kekhawatiran terhadap beban ekonomi dan sosial di AS akibat ketergantungan imigran pada program-program dukungan pemerintah. Namun, sejumlah pengamat menilai langkah tersebut berpotensi menimbulkan konsekuensi diplomatik dan menghambat posisi AS dalam komunitas internasional.
Peninjauan visa ini merupakan langkah serius yang memerlukan komunikasi dan negosiasi lebih lanjut agar tidak berdampak negatif pada hubungan global, termasuk dalam bidang olahraga internasional.
Kebijakan ini mengikuti tren ketatnya kontrol imigrasi oleh pemerintah AS dalam beberapa tahun terakhir. Pihak berwenang berjanji akan terus mengkaji dan menyesuaikan aturan guna memastikan keamanan sekaligus menciptakan keseimbangan dengan kebutuhan internasional.
Langkah pembekuan visa bagi 75 negara tetap menjadi perhatian global karena berimplikasi tidak hanya pada aspek imigrasi tetapi juga pada acara besar seperti Piala Dunia yang melibatkan jutaan orang dan media internasional. Semua pihak berharap solusi yang mengakomodasi kebutuhan keamanan dan kenyamanan bersama dapat segera ditemukan.
Baca selengkapnya di: bola.bisnis.com




