Guardiola Ungkap City Perlu Proses Panjang untuk Sempurnakan Skuad Baru Mereka

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mengakui bahwa timnya saat ini belum mencapai kondisi terbaik lagi setelah mengalami kekalahan dari Real Madrid di babak 16 besar Liga Champions. Guardiola menilai skuad yang dimiliki kini masih dalam tahap perombakan dan butuh waktu untuk kembali ke performa puncak seperti beberapa musim lalu. Kekalahan agregat 3-6 dari Madrid sekaligus menandai ketiga kalinya berturut-turut City tersingkir oleh tim asal Spanyol tersebut.

Dalam pertandingan leg kedua di Stadion Etihad, City bermain dengan 10 orang sejak awal babak pertama usai kapten Bernardo Silva mendapat kartu merah akibat handball di garis gawang. Kejadian tersebut dimanfaatkan Vinicius Junior yang mencetak dua gol penting bagi Madrid. Guardiola menyatakan kartu merah tersebut membuat peluang timnya untuk melawan Madrid secara maksimal menjadi sangat terbatas.

Proses Perombakan Skuad yang Terus Berjalan

Guardiola menjelaskan bahwa keadaan skuad City saat ini jauh berbeda dari masa dominasi mereka di Liga Primer Inggris dimana mereka berhasil meraih empat gelar beruntun dari 2021 hingga 2024. Pergantian pemain besar-besaran pada beberapa bursa transfer terakhir telah mengubah komposisi tim secara signifikan. Hal ini menyebabkan City belum menjadi tim yang utuh seperti sebelumnya.

Dalam perkataannya, Guardiola menyatakan, “Kami belum sepenuhnya lengkap. Masih ada momen di mana kami harus lebih tajam, tetapi saya merasa ini hanya soal waktu.” Ia sangat percaya proses pembangunan kembali tim akan membawa City ke performa yang mereka harapkan.

Target dan Tantangan yang Masih Terbuka

Meski gagal di Liga Champions, Manchester City masih memiliki peluang untuk mengangkat trofi di kompetisi domestik musim ini. Mereka akan menghadapi Arsenal di final Piala Liga, serta tetap bersaing di Liga Primer dan Piala FA. Guardiola menegaskan bahwa penting bagi tim untuk menutup musim dengan kuat serta melakukan langkah strategis yang tepat untuk musim depan.

Guardiola menekankan, “Kami harus menyelesaikan Liga Primer dengan baik, membuat keputusan tepat di musim panas, dan kembali lebih kuat di Liga Champions.” Pernyataan tersebut mengisyaratkan kesiapan City untuk memperbaiki diri sekaligus meningkatkan kualitas skuad mereka secara menyeluruh.

Standar Tinggi yang Dijadikan Acuan

Selama menangani Manchester City selama hampir satu dekade, Guardiola berhasil mempersembahkan 15 trofi utama, termasuk gelar Liga Champions pada musim 2022/2023. Namun, ia tetap mengakui bahwa standar klub terbaik Eropa seperti Real Madrid masih menjadi target yang ingin dicapai timnya.

Guardiola menjelaskan bahwa di Madrid, kegagalan meraih Liga Champions dianggap sebagai kegagalan besar yang menimbulkan tekanan besar di dalam klub. Sementara di City, ekspektasi akan hal tersebut belum sepenuhnya ada, tetapi ia optimis suatu saat ekspektasi tinggi tersebut akan tumbuh di klubnya.

Poin Penting dari Pernyataan Guardiola:

  1. Skuad Manchester City belum mencapai kondisi matang akibat proses perombakan besar-besaran.
  2. Kartu merah Bernardo Silva dalam laga melawan Madrid menjadi faktor kunci kekalahan.
  3. City masih punya peluang di kompetisi domestik dan harus menutup musim dengan performa kuat.
  4. Klub perlu membuat keputusan strategis pada bursa transfer musim panas agar skuad lebih berimbang.
  5. Target jangka panjang adalah menyamai standar klub top Eropa seperti Real Madrid di Liga Champions.

Pep Guardiola memberikan gambaran jelas bahwa perjalanan membangun kembali skuad Manchester City sedang berlangsung, dan butuh kesabaran serta keputusan matang. Meski menghadapi kekecewaan di Liga Champions, fokus mereka tetap pada perkembangan tim dan pencapaian target kompetisi musim ini serta di masa depan.

Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com
Exit mobile version