Dua Penalti Jonathan David Selamatkan Kanada, Bangkit Dari Ketertinggalan Lawan Islandia

Kanada harus bekerja keras untuk menyelamatkan diri dari kekalahan saat menjamu Islandia dalam laga persahabatan di Toronto, Sabtu (28/3/2026) waktu setempat. Sempat tertinggal 0-2, tuan rumah bangkit lewat dua penalti Jonathan David dan memaksa laga berakhir 2-2 meski mereka menuntaskannya dengan 10 pemain.

Hasil ini penting bagi Kanada karena mereka menunjukkan mentalitas pantang menyerah di depan publik sendiri. Di sisi lain, Islandia tetap melanjutkan catatan positif mereka atas Kanada, yang belum menang dalam lima pertemuan terakhir dengan dua kekalahan dan tiga hasil imbang.

Awal yang sulit untuk Kanada

Kanada memulai pertandingan dengan buruk setelah Kamal Miller membuat kesalahan pada menit kesembilan. Umpan baliknya yang terlalu pendek langsung dibaca Orri Oskarsson, yang kemudian berlari bebas dan menaklukkan Dayne St. Clair dari jarak dekat.

Gol cepat itu mengubah ritme permainan dan membuat Kanada harus mengejar sejak awal. Jonathan David memang menjadi titik tumpu serangan, tetapi Islandia tampil lebih efisien dalam memanfaatkan ruang di lini belakang lawan.

Alih-alih menyamakan skor, Kanada justru kembali kebobolan setelah peluang mereka terbuang. Jonathan David sempat membantu Nathan Saliba mendapat kesempatan, tetapi gelandang Anderlecht itu gagal mengarahkan bola dengan baik dan tembakannya mudah diamankan Elias Rafn Olafsson.

Beberapa menit kemudian, Islandia menghukum kelengahan itu dengan gol kedua. Mikael Egill Ellertsson mengirim umpan terobosan matang kepada Orri Oskarsson, yang lolos lagi ke depan gawang dan melepas tembakan keras ke bagian atas gawang.

Jonathan David mulai mengubah arah laga

Tertinggal 0-2 saat turun minum, Kanada masuk babak kedua dengan kebutuhan mendesak untuk memperbaiki akurasi dan intensitas serangan. Jesse Marsch memilih tidak langsung mengubah susunan pemain, dan keputusan itu membuat Kanada tetap mengandalkan tekanan bertahap dari sisi sayap dan kotak penalti.

Peluang emas pertama di babak kedua datang ketika Ali Ahmed mengirim umpan matang kepada Jonathan David. Namun, Olafsson masih bisa menggagalkan sepakan penyerang Juventus itu dengan penyelamatan penting.

Momentum Kanada akhirnya datang setelah Tajon Buchanan dijatuhkan Mikael Egill Ellertsson di kotak penalti. Jonathan David lalu maju sebagai eksekutor dan menuntaskan tugasnya dengan tenang untuk memperkecil skor menjadi 1-2.

Gol itu punya makna besar karena mengakhiri puasa golnya dalam empat pertandingan bersama Kanada. Selain itu, gol tersebut menghidupkan kembali kepercayaan diri tim tuan rumah yang sebelumnya terlihat kesulitan menembus pertahanan Islandia.

Penalti kedua yang mengubah pertandingan

Tujuh menit setelah gol pertama David, Kanada kembali mendapat hadiah penalti. Kali ini, Daniel Jebbison dijatuhkan saat menusuk ke area berbahaya, dan wasit kembali menunjuk titik putih tanpa ragu.

Jonathan David kembali dipercaya mengambil bola, lalu mengeksekusinya dengan arah yang sama seperti penalti sebelumnya. Bola kembali bersarang di gawang Islandia, dan skor berubah menjadi 2-2.

Dua penalti beruntun itu menjadi penentu utama kebangkitan Kanada. Dalam situasi yang sebelumnya tampak sulit, David menunjukkan ketenangan dan tanggung jawab sebagai penyerang utama, terutama saat tekanan pertandingan meningkat.

Kartu merah Tajon Buchanan ubah situasi

Setelah menyamakan kedudukan, Kanada sempat terlihat lebih berpeluang membalikkan keadaan. Namun, momentum itu tidak bertahan lama karena Tajon Buchanan menerima kartu merah setelah menyikut Mikael Egill Ellertsson.

Kehilangan satu pemain membuat Kanada harus lebih berhati-hati dalam mengelola sisa pertandingan. Mereka tetap mencoba menekan, tetapi Islandia juga menjaga organisasi permainan agar tidak kehilangan poin di laga ini.

  1. Kamal Miller membuat kesalahan yang memicu gol pertama Islandia.
  2. Orri Oskarsson mencetak dua gol untuk membawa Islandia unggul 2-0.
  3. Jonathan David mengeksekusi dua penalti untuk menyamakan kedudukan.
  4. Tajon Buchanan mendapat kartu merah dan Kanada menyelesaikan laga dengan 10 pemain.
  5. Kanada belum menang atas Islandia dalam lima pertemuan terakhir.

Modal penting jelang laga berikutnya

Meski gagal meraih kemenangan, hasil imbang ini memberi sinyal positif bagi Kanada karena mereka mampu merespons dalam laga yang sempat berjalan buruk. Mentalitas bertarung dan efektivitas Jonathan David di titik penalti menjadi catatan penting bagi Jesse Marsch jelang agenda berikutnya.

Kanada selanjutnya akan menghadapi Tunisia pada pekan depan, sementara Islandia melanjutkan jadwal persahabatan mereka dengan bertemu Haiti. Pertandingan melawan Islandia juga memperlihatkan bahwa Kanada masih perlu menjaga fokus sejak menit awal, karena kesalahan kecil bisa langsung berbuah gol di level internasional.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com

Berita Terkait

Back to top button