Pochettino Bertahan di Amerika Serikat, Tak Ada Kontak dengan Spurs dan Madrid

Mauricio Pochettino memastikan dirinya tetap fokus bersama tim nasional Amerika Serikat dan belum membuka pembicaraan apa pun dengan Tottenham Hotspur maupun Real Madrid. Pelatih asal Argentina itu mengatakan masa depannya baru akan dibahas setelah Piala Dunia 2026 selesai digelar.

Pernyataan itu meredakan spekulasi yang sempat beredar di Eropa, terutama setelah situasi Tottenham kembali tidak stabil. Pochettino menegaskan ia masih berkomitmen pada proyek timnas AS yang ia tangani sejak September 2024 dengan kontrak yang berjalan hingga Piala Dunia 2026.

Fokus penuh ke Piala Dunia 2026

Dalam konferensi pers jelang laga persahabatan melawan Portugal pada Senin, 30 Maret 2026, Pochettino menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah membawa Amerika Serikat tampil maksimal di turnamen terbesar dunia itu. Ia menyebut belum tepat membahas masa depan ketika tugas utama belum selesai.

“Saya pikir semua orang tahu bahwa saya berkomitmen dengan tim nasional di sini,” kata Pochettino. Pernyataan itu menegaskan bahwa ia tidak tergoda oleh rumor yang terus mengaitkannya dengan klub-klub besar Eropa.

Ia juga memberi sinyal bahwa pembicaraan soal masa depan baru mungkin terjadi setelah Piala Dunia. “Kami terbuka. Kami tidak memiliki kontrak untuk masa depan, tetapi mengapa tidak jika kami bahagia dan federasi bahagia?” ujarnya.

Tidak ada kontak dengan Spurs dan Madrid

Pochettino memastikan belum ada komunikasi dengan Tottenham Hotspur maupun Real Madrid terkait peluang kembali ke Eropa. Ia menolak mengonfirmasi adanya pendekatan dari dua klub yang namanya kerap dikaitkan dengan dirinya.

Pochettino masih punya kedekatan dengan Tottenham karena pernah menangani klub London itu pada 2014 hingga 2019. Meski begitu, ia menekankan bahwa saat ini tidak ada pembicaraan resmi yang mengarah pada kepulangan.

Berikut poin penting dari sikap Pochettino:

  1. Fokus utama tetap ke timnas Amerika Serikat.
  2. Tidak ada kontak dengan Tottenham Hotspur.
  3. Tidak ada komunikasi dengan Real Madrid.
  4. Pembahasan masa depan ditunda sampai Piala Dunia 2026 selesai.
  5. Keputusan akan bergantung pada visi federasi dan kondisi masing-masing pihak.

Tottenham masih jadi bahan spekulasi

Nama Pochettino kembali mencuat karena situasi Tottenham tengah sulit. Klub itu berada di posisi ke-17 klasemen Liga Inggris dengan 30 poin dan hanya unggul satu angka dari zona degradasi.

Tottenham juga belum menang dalam 13 pertandingan liga sejak akhir Desember, dengan delapan kekalahan. Kondisi tersebut membuat rumor soal pergantian pelatih terus berkembang di media Eropa.

Pochettino mengaku masih menyimpan hubungan emosional dengan klub yang pernah membesarkan namanya itu. “Itu adalah salah satu pengalaman terbaik dalam hidup saya,” ucapnya, sambil menegaskan bahwa ia tetap berharap mantan klubnya bisa bertahan di Premier League.

“Saya yakin mereka akan bertahan di liga, dengan pelatih atau tanpa pelatih,” lanjutnya. Ia menilai kualitas pemain dan dukungan suporter masih cukup kuat untuk membantu Tottenham keluar dari tekanan.

Tantangan menangani Amerika Serikat

Di sisi lain, Pochettino mengakui pekerjaannya di timnas AS lebih kompleks dari perkiraan awal. Ia harus mengelola pemain yang tersebar di berbagai kompetisi, mulai dari Major League Soccer hingga liga-liga di Eropa.

“Ini sulit, tetapi ini tantangan besar,” katanya. “Ini tantangan yang lebih besar daripada yang kita yakini atau pikirkan sebelumnya untuk memulai di sini.”

Meski begitu, ia melihat potensi besar sepak bola Amerika Serikat. Pochettino menyoroti perkembangan pemain muda dan status AS sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026 sebagai modal penting untuk bersaing lebih jauh.

Ia juga menyebut dirinya masih mempertimbangkan tempat tinggal dekat markas baru Federasi Sepak Bola AS di Fayetteville, Georgia. Saat ini, ia masih memiliki rumah di London dan Barcelona, tetapi pilihan lokasi tinggal baru menunjukkan komitmennya untuk tetap dekat dengan proyek tim nasional.

Apa yang terjadi setelah Piala Dunia

Pochettino menolak mengambil keputusan apa pun sebelum Piala Dunia berakhir pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Ia ingin menuntaskan tugas bersama Amerika Serikat terlebih dahulu sebelum membuka opsi lain.

“Sekarang bukan waktunya untuk berbicara, ini waktunya untuk fokus pada Piala Dunia,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa setelah turnamen selesai, barulah ada ruang untuk berbicara sesuai dengan visi federasi dan perasaan kedua pihak.

Sikap itu membuat masa depan Pochettino masih terbuka, tetapi belum mengarah pada kepastian ke klub mana pun. Untuk saat ini, semua perhatian pelatih berusia 50-an tahun itu tetap tertuju pada Amerika Serikat dan persiapan menuju Piala Dunia 2026.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com

Berita Terkait

Back to top button