Mandalika Bersiap Sambut GT World Challenge Asia, 200 Marshal Lokal Jadi Kunci Lintasan

Sirkuit Mandalika kembali menjadi sorotan menjelang gelaran GT World Challenge Asia yang akan berlangsung pada 1–3 Mei 2026. Mandalika Grand Prix Association (MGPA) memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, dengan perhatian besar pada keterlibatan 200 marshal lokal asal Nusa Tenggara Barat (NTB).

Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria, mengatakan kesiapan itu menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya unggul dalam infrastruktur balap, tetapi juga dalam kualitas sumber daya manusia. “Hal ini bentuk kesiapan Indonesia dalam menghadirkan ajang balap berstandar internasional. Tidak hanya dari sisi infrastruktur, kesiapan tercermin dari kualitas SDM lokal yang semakin kompeten,” ujarnya di Lombok Tengah, seperti dikutip dari ANTARA, Rabu (1/4).

Fokus pada Marshal Lokal

Pelibatan marshal lokal menjadi bagian penting dari strategi penyelenggaraan ajang balap internasional di Mandalika. MGPA menilai, keberadaan tenaga kerja yang terlatih dari daerah setempat akan memperkuat ekosistem motorsport sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap kemampuan SDM NTB.

Dalam motorsport, marshal memegang peranan penting karena mereka menjadi garda terdepan dalam pengawasan lintasan dan penanganan situasi darurat. Tugas mereka menuntut ketelitian tinggi, respons cepat, dan koordinasi yang solid agar balapan tetap aman dan berjalan lancar.

Pembagian Tugas 200 Marshal

MGPA merinci bahwa 200 marshal lokal itu akan ditempatkan di sejumlah sektor strategis. Pembagian ini dirancang untuk memastikan setiap titik pengamanan dan operasional lintasan terisi oleh personel yang kompeten.

  1. Marshal Track: 95 orang
  2. Marshal Pitlane: 45 orang
  3. Tim Recovery: 23 orang
  4. Marshal Track Maintenance: 10 orang
  5. Chief & Pick Up Bike Marshal: 16 orang
  6. Marshal cadangan

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan operasional balapan tidak hanya terpusat di lintasan utama, tetapi juga mencakup area pitlane, pemulihan kendaraan, dan pemeliharaan trek. Semua unsur itu saling berkaitan untuk mendukung standar keselamatan balap internasional.

Peningkatan Kompetensi SDM Motorsport

Priandhi menegaskan, seluruh marshal yang bertugas telah melewati proses rekrutmen dan pelatihan ketat. Mereka juga memiliki pengalaman di berbagai event sebelumnya, sehingga dinilai siap mendukung penyelenggaraan GT World Challenge Asia dengan standar tinggi.

Menurut MGPA, Mandalika kini tidak lagi dipandang semata sebagai venue balap kelas dunia. Sirkuit ini juga diarahkan menjadi pusat pembinaan talenta motorsport, khususnya bagi tenaga kerja lokal yang ingin berkembang di industri olahraga otomotif.

Warisan untuk NTB

Ajang GT World Challenge Asia di The Mandalika juga diharapkan memberi dampak jangka panjang bagi daerah. Selain menghadirkan tontonan balap mobil internasional, event ini diharapkan meninggalkan warisan berupa peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal yang bisa terus digunakan pada penyelenggaraan event besar berikutnya.

Dengan pendekatan tersebut, Mandalika membangun reputasi bukan hanya sebagai sirkuit modern, tetapi juga sebagai ruang belajar dan praktik kerja bagi SDM NTB. Penguatan marshal lokal menjadi salah satu indikator bahwa kesiapan Indonesia dalam menggelar ajang internasional kini semakin bertumpu pada kompetensi sumber daya manusianya.

Berita Terkait

Back to top button